MALANG – Bagi orang tua yang menginginkan pendidikan dasar bernuansa pondok pesantren namun tetap bisa mendampingi anak setiap hari, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati Kota Malang bisa menjadi pilihan yang tepat. Sekolah ini mengusung konsep pendidikan Islam yang kuat dan berkarakter, dengan tetap mengadopsi sistem sekolah dasar pada umumnya.
Yang membedakan SDIT Mutiara Hati dari sekolah dasar lainnya adalah kewajiban bagi setiap siswa untuk menghafal minimal 2 juz Al-Qur’an sebagai syarat kelulusan. Hal ini mencerminkan komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan memiliki dasar keislaman yang kokoh.
Menurut Direktur Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Mutiara Hati Malang, Halimah, sekolah ini menanamkan nilai-nilai Islam melalui berbagai kegiatan pembiasaan seperti bina pribadi Islami dan keputrian. Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan antara kurikulum nasional dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, yang menjadikan pembelajaran agama Islam lebih mendalam namun tetap seimbang dengan pelajaran umum.
“Melalui kurikulum tersebut, SDIT Mutiara Hati mampu membekali para siswa dengan pendidikan Islam yang tidak jauh berbeda dengan pondok pesantren. Bedanya, anak-anak tetap bisa pulang dan bertemu orang tua setiap hari,” ujar Halimah.
Di sekolah ini, siswa juga diajarkan bahasa Arab, pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, shiroh, serta dibiasakan untuk sholat dengan benar, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta empati dan perilaku sosial yang baik juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Target utama dari pendidikan di SDIT Mutiara Hati adalah agar siswa memiliki kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, memahami hadis pilihan, serta terbiasa dengan doa dan dzikir harian. Selain itu, siswa juga dibekali dengan budaya hidup sehat, bersih dan rapi, serta kemampuan komunikasi yang baik.
Salah satu wali murid, Dr. H. Akhdiyat Syabril Ulum, yang juga anggota DPRD Kota Malang, mengaku sangat puas dengan sistem pendidikan di sekolah ini. Bahkan, ia mempercayakan pendidikan ketiga anaknya – Raisa Sofiyah Syabril Ulum, Muhammad Sulthon Syabril Ulum, dan Muhammad Syamil Syabril Ulum – kepada SDIT Mutiara Hati.
“Saya bahagia dapat menyekolahkan anak-anak kami di SDIT Mutiara Hati yang telah memberikan pendidikan terbaik,” ujarnya.(lid)
Editor : Kholid Amrullah