Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

300 Guru di Kabupaten Malang Jadi Pilot Project Pengoperasian Papan Interaktif Digital

Mahmudan • Minggu, 11 Januari 2026 | 06:18 WIB

Ratusan guru mengikuti pelatihan teknik mengoperasikan Interactive Flat Panel (IFP) beberapa waktu lalu. (Disdik Kabupaten Malang)
Ratusan guru mengikuti pelatihan teknik mengoperasikan Interactive Flat Panel (IFP) beberapa waktu lalu. (Disdik Kabupaten Malang)

KABUPATEN – Sebanyak 2.152 sekolah di Bumi Kanjuruhan sudah menerima hibah papan interaktif atau interactive flat panel (IFP) dari Kemendikdasmen. Untuk pengoperasiannya, pemerintah menunjuk 300 guru jadi pilot project.

Ratusan guru yang sudah dilatih itu bakal menyebarkan ilmunya untuk sekolah lain. Sebab Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang hanya memiliki 300 kuota untuk pelatihan itu. Setidaknya ada enam materi yang dipelajari terkait IFP.

“Pertama ada optimalisasi pemanfaatan bahan ajar digital dalam pembelajaran,” ujar Fendi, Staff Bidang SD Disdik Kabupaten Malang.

Baca Juga: 2.152 Sekolah di Kabupaten Malang Terima Hibah Papan Interaktif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI 

Lalu materi kedua tentang pengelolaan berbasis aset dan materi ketiga baru masuk penggunaan perangkat digitalisasi pembelajaran itu. Materi keempat, dia melanjutkan, guru diajari inspirasi untuk asesmen dan pembelajaran berbasis digital. Kemudian materi kelima terkait inspirasi penggunaan bahan ajar interaktif untuk digitalisasi pembelajaran.

Materi terakhir mengenai gemini canvas yang terintegrasi dengan koding serta kecerdasan artifisial khusus pembelajaran di sekolah dasar. Tiap guru yang sudah rampung mempelajari materi itu bakal mengisi pembelajaran di sekolah yang belum terjangkau. Dengan begitu pembelajaran bakal lebih efektif dan meluas dengan cepat.

Baca Juga: Disdik Instruksikan Pembelajaran di SMK Turen Digelar Daring karena Tak Ingin Korbankan Siswa

Sementara itu, Sub Bagian Perencanaan Disdik Kabupaten Malang Anwar Eka menuturkan, seluruh sekolah bersedia menerima papan pintar itu. Sebab pengadaan dari Kemendikdasmen berdasar kesediaan satuan pendidikan masing-masing melalui aplikasi Dapodik. Hingga kini pihaknya memantau distribusi IFP agar merata ke seluruh sekolah dan bisa rampung bulan ini.

“Karena tiap sekolah hanya diberi satu papan interaktif, penggunaannya diserahkan kepada sekolah,” ujar Anwar.

Dia mengatakan, pembelajaran dengan IFP bisa menjadikan anak-anak lebih interaktif, kolaboratif, multimodal, dan bermakna. Selain itu, penggunaannya berpengaruh positif terhadap motivasi belajar. Pemahaman konsep pembelajaran dan keterampilan abad 21 juga lebih mudah diakses dan dipahami oleh peserta didik.

Baca Juga: Rakerpim 2026, Unisma Perkuat Arah sebagai Kampus Berdampak Menuju World Class University

Harapannya dengan papan itu, siswa bisa memahami pelajaran dengan lebih mudah. Itu juga senada dengan pembelajaran mendalam yang dicanangkan pemerintah. Sehingga siswa bisa lebih jelas membayangkan penjelasan guru disertai visual yang memadai.

“Dengan IFP, sangat memungkinkan menampilkan materi dari berbagai sumber seperti video, gambar, atau internet dengan kualitas visual dan audio yang baik,” lanjut Anwar.(aff/dan)

Editor : Aditya Novrian
#IFP #guru