KOTA MALANG — Hanania Kidz Clinic menggelar forum sharing knowledge lintas disiplin sebagai upaya meningkatkan kompetensi tim sekaligus memperkuat layanan terintegrasi dalam penanganan tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk menyamakan persepsi antarprofesi, menjembatani pengetahuan lintas bidang, serta memperkuat koordinasi dalam memberikan layanan yang komprehensif bagi klien.
Forum diskusi menghadirkan berbagai tenaga ahli yang terlibat dalam proses terapi di Hanania Kidz Clinic, mulai dari dokter spesialis anak, psikolog (klinis dan pendidikan), hingga para terapis seperti terapis perilaku, terapis okupasi, dan terapis wicara.
Dalam sesi diskusi, para ahli memaparkan batasan kewenangan, peran, serta ruang lingkup praktik masing-masing profesi agar tidak terjadi tumpang tindih intervensi dalam penanganan klien. Dokter spesialis anak juga membahas strategi kerja sama antar ahli dalam menangani kasus-kasus neurodivergen yang kompleks, seperti Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Psikolog pendidikan memaparkan pentingnya pondasi belajar anak sebelum menerima materi akademik maupun terapi lanjutan. Sementara itu, psikolog klinis anak dan remaja menjelaskan tahapan perkembangan anak, cara mengenali tanda bahaya (red flags) pada tumbuh kembang, serta berbagai pendekatan awal yang dapat dilakukan untuk intervensi.
Agar diskusi berjalan efektif dan berdampak nyata pada peningkatan kompetensi, setiap narasumber memaparkan materi mengenai scope of practice masing-masing profesi dengan menyertakan contoh studi kasus nyata dari klien klinik. Untuk menampung pertanyaan lintas bidang secara sistematis, panitia juga memanfaatkan Google Form sebagai wadah pengumpulan pertanyaan dari seluruh peserta.
Seluruh pembahasan kasus dilakukan secara profesional dengan tetap mematuhi kode etik serta menjaga kerahasiaan identitas klien secara ketat.
Respons tim ahli terhadap kegiatan ini sangat positif. Mereka mengaku mendapatkan banyak insight baru sehingga dapat meningkatkan ketepatan dalam pengambilan keputusan klinis. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap batasan intervensi, para tenaga ahli juga menjadi lebih peka dalam mengenali tanda bahaya dan mengetahui kapan harus merujuk klien kepada ahli lain.
Ke depan, kegiatan sharing knowledge ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin dalam pengembangan sumber daya manusia di Hanania Kidz Clinic. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk melalui Google Form, bahkan sebagian di antaranya akan dijadikan topik pembahasan pada forum serupa di periode berikutnya.
Founder Hanania Kidz Clinic, Zakiyah Rahmani, M.Psi., Psikolog berharap, dapat terciptanya kesamaan persepsi dan standar layanan di seluruh bidang.
"Dengan komunikasi lintas ahli yang semakin kuat, kami optimistis dapat memberikan pelayanan yang lebih terpadu sehingga setiap anak memperoleh penanganan terbaik bagi tumbuh kembangnya," ungkapnya.
Adapun narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dr. Annisa Hasanah, Sp.A., M.Si., CIMI (Dokter Spesialis Anak), Naila Kamaliya, M.Psi., Psikolog (Psikolog Pendidikan), Ika Fitria, M.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis Anak dan Remaja), Daniswari Hartika, M.Psi., Psikolog (Terapi Perilaku), Nadila Nur Amalia, S.Tr.Kes (Terapi Wicara), serta Risma Yoviana, Amd. OT (Terapi Okupasi).
Editor : A. Nugroho