Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mendalami KTSP 2006, Kurikulum yang Menekankan pada Muatan Lokal dan Peran Guru

Aditya Novrian • Jumat, 13 Maret 2026 | 10:45 WIB

KTSP: Penyempurnaan dari KBK dengan menambahkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (Pinterest)
KTSP: Penyempurnaan dari KBK dengan menambahkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (Pinterest)

RADAR MALANG – Sistem pendidikan terus bertransformasi seiring dengan kemajuan digitaliasi di era sekarang ini. Hampir tiap dekade, kurikulum terus berganti untuk menyesuaikan antara kebutuhan di dunia kerja dengan apa yang diajarkan di kelas.

Dalam perjalanannya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi bagian dari sejarah kurikulum yang ada di Indonesia. KTSP merupakan pengembangan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan beberapa penyesuaian.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 adalah kurikulum yang memberikan kewenangan lebih besar kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum. Pengembangan ini dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan, dengan tetap mengacu pada standar nasional.

Dalam KTSP, sekolah menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP agar proses belajar lebih relevan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan, termasuk di Indonesia.

KTSP sebagai Kelanjutan KBK

KTSP 2006 dapat dipahami sebagai kelanjutan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan penekanan yang lebih kuat pada kewenangan sekolah. Jika KBK menegaskan pentingnya capaian kompetensi peserta didik, maka KTSP memberi ruang bagi sekolah untuk mengatur strategi pembelajarannya.

Kurikulum ini memungkinkan sekolah mengembangkan muatan lokal sesuai kebutuhan daerah. Pengorganisasian program akademik juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia di masing-masing sekolah.

Karakter Implementasi KTSP

Implementasi KTSP memiliki beberapa karakteristik utama. Pertama, memberi ruang muatan lokal dan pengembangan program sesuai kebutuhan daerah. Sekolah dapat memasukkan materi khas daerah ke dalam pembelajaran.

Kedua, guru memiliki peran besar dalam merancang strategi, materi, dan penilaian. Guru tidak lagi sekadar pelaksana kurikulum, tetapi juga pengembang pembelajaran di kelasnya.

Ketiga, mutu pelaksanaan bisa beragam, tergantung kesiapan sekolah dan dukungan sarana. Sekolah dengan kesiapan baik akan lebih optimal dalam mengimplementasikan KTSP.

Keempat, perencanaan pembelajaran menuntut administrasi dan koordinasi sekolah yang lebih kuat. Dibutuhkan kerja sama antar guru dan manajemen sekolah yang solid.

Ciri Khas KTSP 2006

Desentralisasi: Sekolah memiliki kewenangan mengembangkan kurikulum operasionalnya sendiri

Fleksibilitas: Memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik

Peran guru meningkat: Guru menyusun silabus dan RPP sebagai pedoman pembelajaran

Muatan lokal: Memberi ruang penguatan karakteristik daerah dan kebutuhan setempat

Penulis: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#muatan lokal #ktsp #pendidikan