MALANG KOTA, RADAR MALANG – Memasuki masa pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), banyak siswa mulai mempertimbangkan jurusan yang akan dipilih. Pertimbangan jurusan tersebut ternyata memiliki strateginya sendiri. Salah satu strateginya adalah mengecek daya tampung dan keketatan persaingan setiap program studi di berbagai universitas.
Cara tersebut sangat krusial dilakukan karena berguna untuk mengukur peluang lolos SNBT, membantu memilih prodi dengan tepat, dan menghindari persaingan yang terlalu ketat. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara membaca daya tampung dan menghitung keketatan jurusan.
Pengertian daya tampung dan cara membacanya
Daya tampung merujuk pada jumlah mahasiswa baru yang bisa diterima oleh sebuah universitas atau program studi dalam seleksi. Jumlah ini ditetapkan berdasarkan ketersediaan ruang belajar, jumlah dosen, dan aturan akademik universitas.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Simak Jadwal UTBK-SNBT 2026 dan yang Perlu
Semakin rendah daya tampung, semakin sedikit kesempatan untuk diterima, khususnya jika minat sangat banyak. Pemahaman mengenai daya tampung ini membantu para calon mahasiswa untuk bersikap realistis dalam menentukan jurusan dan perguruan tinggi, serta menyiapkan pilihan alternatif yang lebih aman.
Untuk mengecek daya tampung SNBT dari seluruh jurusan dan universitas di Indonesia, Anda dapat melihatnya melalui portal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), yaitu melalui tautan https://snpmb.id/utbk-snbt/daftar-ptn-snbt.
Berikut langkah-langkahnya:
-
Buka situs resmi SNPMB di https://snpmb.id/utbk-snbt/daftar-ptn-snbt.
-
Pilih jenis perguruan tinggi: PTN Akademik, PTN Vokasi, atau PT KIN.
-
Cari kampus yang dituju, kemudian klik "Lihat Prodi".
-
Lihat daya tampung, jumlah peminat, serta persentase keketatan persaingan bila tersedia.
Pengertian keketatan jurusan dan cara menghitungnya
Keketatan jurusan merujuk pada persentase kemungkinan bagi peserta untuk diterima di SNBT pada program studi dan perguruan tinggi yang dituju. Semakin tinggi angka keketatan, semakin sulit untuk diterima di program studi dan perguruan tinggi tersebut.
Sebagai contoh, program studi A dan program studi B masing-masing memiliki tingkat keketatan 1:75 atau 13% dan 1:86 atau 11,6%. Hal ini menunjukkan bahwa program studi B lebih ketat dibandingkan dengan program studi A. Sebab, dari 86 pendaftar, hanya satu orang yang berhasil diterima.
Berikut rumus keketatan jurusan:
-
Keketatan jurusan = (Daya tampung : jumlah peminat) x 100%.
Contoh
-
Keketatan jurusan = (75 : 1666) x 100% = 4,5 % atau 1:22
Artinya, dari 22 orang yang mendaftar, hanya 1 orang yang diterima.
Itulah cara membaca daya tampung dan tingkat keketatan jurusan dalam SNBT. Tanpa riset yang memadai, peluang lolos dapat menyempit meskipun nilai UTBK yang diperoleh tinggi. Oleh karena itu, segera cek daya tampung di portal resmi SNPMB. Semoga sukses dan lolos di perguruan tinggi impian.
Editor : Aditya Novrian