RADAR MALANG – Sepekan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP telah berlangsung dan menyuguhkan beragam cerita positif dari peserta didik di berbagai pelosok tanah air. Dengan mengusung semangat "Jujur dan Gembira", para siswa terlihat begitu antusias.
Dilansir dari laman resmi Kemendikdasmen, tren positif tampak jelas di sejumlah wilayah, salah satunya di Provinsi Papua. Di SMP Negeri 1 Sentani, sebanyak 296 peserta tercatat mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran sempurna yakni 100 persen, menandakan tingginya komitmen dan kesiapan seluruh siswa.
Baca Juga: Simak Rincian Jadwal, Waktu, dan Sesi Lengkap Pelaksanaan TKA SD dan SMP Tahun 2026
Salah satu peserta bernama Gloria mengungkapkan bahwa pengalamannya mengikuti TKA justru terasa menyenangkan, meskipun awalnya sempat diselimuti rasa grogi. Ia mengaku bahwa latihan rutin sebelum ujian sangat membantunya.
Arya Dwi Putra, siswa kelas IX di SMPN 239 Jakarta, menilai bahwa TKA memberikannya pengalaman yang tidak hanya seru tetapi juga sarat makna dalam mengukur sejauh mana kemampuan akademik yang dimilikinya.
“Setelah mengikuti TKA, saya merasa sangat senang dan semangat. TKA bukan sekadar tes, tetapi menjadi cara untuk mengetahui sejauh mana kemampuan saya dalam bidang akademik,” ungkap Arya.
Di Kota Cimahi, Jawa Barat, antusias juga tercermin dari para peserta. Tingkat kehadiran siswa di berbagai sekolah nyaris mencapai 100 persen, menandakan keseriusan dan antusiasme yang tinggi.
Metode pelaksanaan dilakukan secara daring, dengan penyesuaian semi-daring khusus untuk jenjang SLB demi mengakomodasi kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Langkah ini memastikan tak ada satu pun siswa yang terpinggirkan.
Baca Juga: TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, 1,9 Juta Siswa Ikuti Asesmen
Harapan untuk meraih hasil optimal juga turut membakar semangat para siswa. Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan penting untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Ke depannya, asesmen ini diharapkan terus memberikan manfaat dan dampak konstruktif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia.
Editor : Aditya Novrian