MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pelaksanaan UTBK-SNBT akan segera digelar pada 21 April – 30 April 2026. Para pejuang kampus terlihat mulai memadati kampus untuk melihat ruangan mereka ujian nantinya, seiring dengan waktu pelaksanaan ujian yang tinggal menghitung hari.
Di tengah tekanan waktu yang semakin sempit, memaksakan diri untuk belajar secara Sistem Kebut Semalam (SKS) tanpa metode yang jelas dapat menjadi boomerang bagi kesehatan fisik dan mental calon mahasiswa.
Baca Juga: Simak 5 Strategi Jitu agar Lolos UTBK-SNBT 2026, Nomor Pertama Jangan Sampai Terlewat
Untuk menjawab tantangan tersebut, berikut adalah lima metode belajar efektif yang dirancang untuk memperkuat memori dan logika para pejuang kampus dalam menghadapi UTBK-SNBT 2026:
- Interleaving (Belajar Selang-seling)
Metode ini menantang kalian untuk tidak hanya terpaku pada satu subjek dalam durasi yang terlalu lama, melainkan mencampur beberapa topik berbeda dalam satu sesi belajar.
Misalnya, di dalam 4 jam belajar kalian bisa membaginya dengan menyelipkan Literasi Bahasa Inggris atau Penalaran Umum di sela-selanya.
- Spaced Repetition (Pengulangan Berjarak)
Teknik ini dilakukan dengan cara mengulang kembali materi yang telah dipelajari dengan kurun waktu tertentu, misalnya setelah satu hari, tiga hari, hingga satu minggu.
Metode ini adalah senjata ampuh untuk melawan "lupa" atau kecenderungan otak manusia untuk melupakan informasi baru secara cepat.
Baca Juga: Pembayaran SNBT Ditutup, Ini Jadwal UTBK dan Daya Tampung Kampus di Malang
- Feynman Technique (Teknik Feynman)
Metode ini mengharuskan kalian untuk menjelaskan sebuah konsep yang sangat rumit dengan bahasa yang paling sederhana. Kalian harus mampu membedah istilah-istilah sulit menjadi kalimat yang mudah dimengerti tanpa kehilangan inti dari materi tersebut.
Teknik ini adalah alat deteksi dini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mendalam terhadap suatu teori.
- Blurting Method (Metode Menuang Ingatan)
Setelah kalian selesai membaca sebuah bab materi, tutuplah buku tersebut lalu ambillah selembar kertas kosong untuk menuliskan semua hal yang diingat secara bebas.
Tuliskan rumus, poin penting, hingga grafik yang terlintas di kepala tanpa bantuan catatan sedikitpun.
Metode ini menerapkan prinsip active recall, di mana otak dipaksa untuk bekerja keras menarik kembali informasi yang tersimpan.
- Pomodoro Technique (Teknik Pomodoro)
Teknik ini fokus pada manajemen waktu dengan membagi sesi belajar menjadi blok-blok waktu pendek, biasanya 25 menit fokus penuh diikuti dengan 5 menit istirahat singkat.
Setelah menyelesaikan empat siklus, Anda diperbolehkan mengambil istirahat yang lebih panjang sekitar 15 hingga 30 menit.
Baca Juga: Tanpa Ujian Tulis! UIN Maliki Malang Buka Seleksi Mandiri Non-Tes: Cek Tahapan Pendaftarannya
Editor : Aditya Novrian