MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mulai digelar hari ini. Di Kota Malang, pusat pelaksanaan ujian berada di Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).
Tahun ini, penetapan lokasi ujian ditentukan langsung dari pusat. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya meminimalkan potensi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK.
Di UM misalnya, pengawasan peserta diperketat sebelum masuk ruang ujian. Salah satu langkah yang diterapkan adalah penggunaan metal detector untuk mendeteksi kemungkinan adanya perangkat mencurigakan yang dibawa peserta.
Direktur Pendidikan UM Prof Evi Eliyanah mengatakan, jika metal detector berbunyi namun sumbernya tidak ditemukan, peserta dapat diminta mengganti pakaian yang telah disediakan panitia.
“Misal ada peserta yang metal detectornya bunyi, tapi tidak ditemukan apa-apa, kami minta bajunya diganti saja,” ujarnya.
Langkah itu diterapkan berkaca dari pengalaman sebelumnya. UM pernah menemukan peserta membawa kamera kecil yang disembunyikan di kancing baju saat pelaksanaan UTBK.
Untuk mencegah modus serupa, kampus menyiapkan baju ganti bagi peserta yang dinilai perlu pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga: 35 Ribu Pelajar Pilih Tes SNBT di UM dan UB
Selain itu, seluruh CCTV di ruang ujian juga dimatikan selama pelaksanaan tes. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran soal melalui rekaman perangkat pengawas.
UM juga menyiagakan puluhan petugas keamanan untuk menjaga ketertiban dan pengamanan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Editor : Aditya Novrian