MAGELANG, RADAR MALANG - Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas semakin mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi para siswa.
Hal ini terlihat dalam kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, ke SD Negeri Borobudur 2, Kabupaten Magelang.
Baca Juga: Sukses Atasi Kendala Teknis di Beberapa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kelancaran TKA SD 2026
Beliau meninjau langsung pemanfaatan IFP dalam pembelajaran Matematika di kelas V. Mendikdasmen mengamati bagaimana IFP digunakan oleh guru dan siswa sebagai media pembelajaran yang mampu menampilkan visual menarik, video edukatif, serta memungkinkan interaksi langsung melalui sentuhan di layar.
“Terima kasih para guru sudah mengajar dengan baik, anak-anak jadi semangat. Tapi tentu kami tekankan bahwa pembelajaran tetap harus terintegrasi dengan pembelajaran mendalam dan program-program penguatan pendidikan karakter,” ujar Mendikdasmen di Magelang, Sabtu lalu (18/4).
Meskipun begitu, ia tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan menulis dalam proses belajar. Menurutnya, menulis memiliki peran penting dalam membantu daya ingat dan kemandirian belajar.
Baca Juga: Kemendiktisaintek Buka Program Diaspora Berdampak, Siapkan Hibah hingga Rp 70 Juta
Guru kelas V SD Negeri Borobudur 2, Susanti, menyampaikan bahwa sejak IFP diterima, perangkat tersebut langsung dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai mata pelajaran.
“Anak-anak bisa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar IFP ini. Jadi ada keterlibatan langsung dari anak-anak. Terkadang anak-anak sudah tahu lebih dulu terkait fitur atau tren permainan edukasi di IFP dan mengajukan ke guru untuk dicoba di kelas,” ungkap Susanti.
Pemanfaatan IFP di ruang kelas menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. IFP akan terus diperluas ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia guna menciptakan generasi yang cakap teknologi sekaligus berkarakter kuat.
Editor : Aditya Novrian