MALANG, RADAR MALANG - Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk merangkum materi, mencatat dengan tangan terbukti masih lebih unggul dalam memertajam memori dan pemahaman kognitif.
Proses Kognitif yang Lebih Dalam
Penelitian sains psikologi yang dilakukan oleh Mueller dan Oppenheimer mengungkapkan bahwa kegiatan mengetik menggunakan laptop cenderung hanya mencatat kata per kata secara mekanis. Sebaliknya, kegiatan menulis dengan tangan memerlukan proses memilih dan meringkas informasi secara aktif karena keterbatasan kecepatan menulis manual.
Baca Juga: UB Siapkan 53 Skema Beasiswa Non-KIP Kuliah, Polinema Punya 21 Pilihan
Aktivitas menyaring informasi tersebut memicu proses mengubah data dari satu format ke format lainnya, sehingga membuat otak bekerja lebih keras untuk memahami materi sejak awal. Hasilnya, mahasiswa yang mencatat manual memiliki pemahaman konseptual yang jauh lebih kuat dalam jangka panjang.
Koneksi Sensorimotor Otak
Data dari Norwegian University of Science and Technology 2024 memerkuat temuan tersebut melalui pemantauan sensor EEG. Penelitian itu menunjukkan bahwa gerakan halus tangan saat membentuk huruf mengaktifkan pola konektivitas otak yang jauh lebih kompleks di area sensorimotor.
Aktivitas saraf ini tidak ditemukan saat seseorang mengetik, karena menekan tombol keyboard hanya melibatkan satu gerakan repetitif yang sama untuk setiap huruf. Penggunaan visual dan motorik saat menulis tangan menciptakan jejak memori yang lebih sulit dilupakan oleh otak.
Baca Juga: Peringati May Day, Buruh dan Mahasiswa Tetap Memprotes UU Cipta Kerja dan Sistem Outsourcing
Filter Informasi di Tengah Arus Digital
Mencatat manual juga berfungsi sebagai filter efektif terhadap banyaknya informasi yang masuk di era digital. Dengan meminimalkan gangguan notifikasi perangkat, mahasiswa dapat melakukan proses mendalam terhadap data yang dihasilkan oleh AI.
Penggunaan kertas fisik memberikan kebebasan untuk membuat pemetaan visual yang meningkatkan kreativitas. Mencatat dengan tangan merupakan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjaga ketajaman kognitif manusia di tengah arus teknologi yang serba instan.
Editor : Aditya Novrian