MALANG KOTA, RADAR MALANG – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Matematika masih jadi momok untuk sebagai pelajar. Khususnya pelajar di Jawa Timur, termasuk Kota Malang.
Itu terlihat dari data nilai TKA yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Di dalamnya, disebutkan bahwa Jawa Timur mendapat rata-rata 46,77 untuk matematika SD. Sementara untuk SMP, nilai rata-ratanya 41,36.
Sementara rata-rata nilai Bahasa Indonesia pelajar SD sedikit lebih tinggi. Berada di angka 62,74. Sedangkan untuk pelajar SMP, nilai rata-ratanya 63,46. Tahun ini ada 22 ribu pelajar di Kota Malang yang mengikuti tes berbasis nasional tersebut.
Berdasar survei para guru sebelum dan sesudah tes, banyak pelajar yang mengeluhkan soal numerasi. Awalnya, sebelum tes mereka merasa gugup untuk mengerjakan soal.
”Setelah masuk, beberapa di antaranya merasa kesulitan menjawab, meski ada satu siswa yang mendapat nilai 100 juga,” ujar Kepala SMPN 6 Kota Malang Umi Kulsum.
Umi menambahkan, persiapan siswa baik secara materi maupun mental harus ditingkatkan lagi. Untuk itu, pihaknya bakal mempersiapkan skema pembelajaran khusus TKA lebih panjang tahun depan. Selain itu secara teknis ada beberapa soal yang tidak memiliki pilihan jawaban, sehingga mengganggu konsentrasi siswa.
Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Agus Wahyudi juga menuturkan kendala siswa ada di kesesuaian materi tes, waktu, dan tuntutan mengerjakan survei sekaligus.
Sebagian siswa belum terbiasa mengerjakan soal yang mengedepankan proses. Terutama yang berhubungan dengan rumus dalam waktu cepat.
Kuncinya tentu memperbanyak latihan dan pemahaman soal untuk waktu yang lebih lama. Sebab TKA tahun ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan.
Terlebih lagi, siswa yang mengerjakan merupakan siswa yang sempat mengalami model pembelajaran pasca-pandemi Covid-19. ”Kalau dilihat kan pola belajar setelah pandemi dengan ragam keterbatasannya itu banyak menyebabkan perubahan pada hasil belajar siswa juga,” ujar Agus. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra