MALANG, RADAR MALANG – Program SMK Pusat Keunggulan (PK) di Malang Raya sukses mencetak lulusan siap kerja dengan angka penyerapan industri yang tinggi.
Informasi ini sangat penting bagi calon siswa dan orang tua dalam menentukan sekolah yang menjamin kepastian karier masa depan sebelum memasuki masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Berikut adalah deretan SMK PK di Malang Raya dengan angka penyerapan kerja tertinggi.
Baca Juga: 394 SMK Terima Bantuan Sertifikasi Kompetensi, Targetkan Murid Siap Bersaing Global
SMKN 1 Malang
Sekolah ini menjadi pelopor pendidikan vokasi dengan tingkat keterserapan lulusan yang stabil di dunia industri dan pariwisata. Kompetensi keahlian Usaha Perjalanan Wisata dan Bisnis Digital di sekolah ini langsung terhubung dengan jejaring perhotelan serta agensi travel nasional.
SMK Putra Indonesia Malang (PIM)
Sekolah swasta ini meluncurkan program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan melalui konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri dan Farmasi Industri. Berkat penerapan sistem Teaching Factory (TEFA) yang komersial, para alumni berhasil diserap langsung oleh industri manufaktur dan perusahaan farmasi terkemuka sebelum mereka resmi lulus.
SMKN 5 Malang
Sekolah ini mengunggulkan bidang keahlian seni, kria, dan teknologi digital. Kerja sama kurikulum yang sinkron dengan dunia industri membuat siswa berprestasi langsung mendapatkan tawaran kerja pascapraktik kerja lapangan.
Baca Juga: 30 Ribu Lebih Pendaftar SPMB SMA/SMK di Malang Gagal Masuk Sekolah Negeri
SMKN 1 Kepanjen
Sekolah ini memiliki fasilitas IT Center mutakhir senilai miliaran rupiah dari bantuan skema pemadanan industri. Melalui program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, lulusannya mendominasi pasar kerja sektor teknologi informasi dan digitalisasi di Jawa Timur.
Melalui integrasi kurikulum berbasis industri dan fasilitas mutakhir, SMK Pusat Keunggulan di Malang Raya terbukti memotong jalur tunggu kerja bagi para lulusannya. Memilih sekolah dengan status SMK PK menjadi langkah strategis untuk mengamankan peluang karier yang produktif di usia muda.
Editor : Aditya Novrian