MALANG, RADAR MALANG – Berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan layanan pembelajaran kepada murid, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen resmi melanjutkan proyek pembangunan Gedung Utama Kampus 2. Berlokasi di Jalan Panji No. 130 Kepanjen, Kabupaten Malang, proyek ini akan dikerjakan hingga tuntas sesuai grand plan dengan total 7 lantai dengan penamaan 'Menara KH. Ahmad Dahlan'.
Langkah progresif ini diambil sebagai komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang modern, representatif, dan mampu menunjang seluruh kegiatan akademik maupun praktik murid secara optimal.
Tanggal 20 Mei lalu, proyek pembangunan dimulai dengan sterilisasi area kerja dan pembuatan tempat logistik material bangunan. Penetapan awal pembangunan yang bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini, menjadi momentum membangkitkan kembali semangat perjuangan para pendiri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Para tokoh perintis yang dengan kegigihan, kerja keras, dan kerja cerdasnya, mengembangkan sekolah ini hingga mendapatkan dukungan dan kepercayaan yang luas dari masyarakat.
“Pembangunan gedung Menara KH Ahmad Dahlan Kampus 2 ini dimulai dari lantai 3 hingga lantai 7. Termasuk finishing dan penataan ruang di dalamnya," ujar Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
Arief mengatakan hal ini
sebagai upaya sekolah dalam memenuhi mutu dan layanan pendidikan kepada para murid. "Terutama juga sebagai rasa syukur atas kepercayaan masyarakat terhadap sekolah kami," imbuhnya.
Arief mengatakan bahwa pembangunan gedung Menara KH Ahmad Dahlan ini juga merupakan wujud realiasasi mimpi para pendiri sekolah untuk menuntaskan bangunan gedung selain sebagai ikon sejarah perkembangan sekolah. Tak hanya itu, gedung ini sekaligus bakal menjadi branding sekolah modern yang nantinya akan menjadi pusat aktivitas pembelajaran terpadu dengan fasilitas pendukung yang sangat lengkap.
Meningkatnya jumlah murid dalam dua tahun ini menjadikan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen berupaya segera memenuhi kebutuhan ruangan belajar murid.
Bekerja sama dengan CV Sinar Jaya Sakti Malang, selaku kontraktor, proyek pembangunan gedung Menara KH Ahmad Dahlan ditargetkan selesai dalam waktu 8 bulan. Di mana, proyek ini terbagi dalam dua tahap pembangunan. Tahap pertama, pembangunan dikerjakan untuk lantai 4 beserta dengan fasilitas pendukung ruangan yang ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Hal ini agar gedung bisa segera digunakan dalam proses pembelajaran tahun pelajaran 2026/2027.
Sementara untuk lantai 5 hingga lantai 7 akan dituntaskan setelah bulan September.
Terkait proyek pembangunan ini, di internal sekolah juga dibentuk kepanitiaan pembangunan gedung Menara KH Ahmad Dahlan. Panitia memiliki peran untuk monitoring progres dan menjadi pengawas pembangunan. Panitia ini juga berperan sebagai jembatan antara kontraktor dengan pihak sekolah.
Kepanitiaan internal sekolah terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan badan pengembangan dan penjamin mutu sekolah.
“Pembangunan sempat terhenti di lantai 3 dikarenakan alokasi penggunaan ruang kelas sudah memenuhi rombongan belajar, tetapi dua tahun ini terjadi peningkatan jumlah siswa yang mendaftar di sekolah kami sehingga perlu dilanjutkan hingga tuntas ke lantai 7 beserta dengan isi ruangannya," ungkap Drs H Herijanto, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Menara KH Ahmad Dahlan.
Herijanto mengatakan jika sudah jadi, lantai 4 dan 5 nantinya diperuntukkan untuk ruang kelas. Di mana, di masing-masing lantai akan terdiri dari 10 ruang kelas.
Sementara lantai 6, lanjut Herijanto, nantinya difungsikan untuk auditorium dan ruang aula. "Kalau lantai 7, karena luasannya lebih kecil, akan digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa atau ruang santai," tandasnya.
Penuntasan pembangunan Gedung Menara KH Ahmad Dahlan menegaskan posisi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sebagai salah satu SMK Binaan Astra (SMK BISA) dan Pusat Keunggulan yang tidak hanya fokus pada materi akademik, tetapi juga infrastruktur.
Melalui pembangunan Menara KH. Ahmad Dahlan ini sekolah siap menyongsong babak baru pelayanan pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman, serta dukungan fasilitas modern dan aktivitas pembelajaran terpadu diharapkan mampu memicu semangat baru pagi para murid dan guru. Mereka diharapkan untuk terus mengukir prestasi, melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap diserap oleh dunia kerja sehingga mengukuhkan sekolah ini sebagai lembaga pendidikan vokasi terdepan di Kabupaten Malang. (*)
Editor : A. Nugroho