MALANG, RADAR MALANG – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, persiapan siswa tidak cukup hanya membeli buku, tas, atau seragam baru. Orang tua dan guru juga perlu memperhatikan kesiapan anak dari sisi kebiasaan harian, mental, hingga kemampuan beradaptasi agar hari pertama sekolah berjalan lebih lancar.
Perlengkapan Sekolah Bukan Satu-satunya Bekal
Persiapan perlengkapan sekolah memang tetap menjadi hal dasar yang perlu dilakukan sebelum anak kembali ke ruang kelas. Seragam, tas, alat tulis, buku, hingga bekal sekolah perlu dipastikan tersedia sejak beberapa hari sebelum hari pertama masuk.
Namun, DPPAPP DKI Jakarta menekankan bahwa persiapan tidak berhenti pada urusan belanja. Anak juga sebaiknya dilibatkan dalam memilih perlengkapan sekolahnya sendiri agar lebih antusias menyambut sekolah. Selain menumbuhkan semangat, cara ini juga dapat melatih kemandirian anak sejak awal.
Agar belanja kebutuhan sekolah lebih terencana, orang tua disarankan membuat daftar kebutuhan lebih dulu. Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu pengeluaran keluarga menjadi lebih hemat sekaligus memastikan tidak ada perlengkapan penting yang tertinggal.
Pola Tidur dan Rutinitas Harian Perlu Dikembalikan
Salah satu tantangan yang kerap muncul setelah libur panjang adalah perubahan pola tidur anak. Banyak siswa terbiasa tidur larut selama liburan sehingga kesulitan bangun pagi ketika sekolah dimulai kembali.
Karena itu, orang tua dianjurkan mulai mengatur ulang jadwal tidur anak beberapa hari sebelum masuk sekolah. Jam tidur yang cukup dan konsisten akan membantu anak lebih segar saat belajar, sekaligus mencegah keterlambatan di hari-hari pertama sekolah.
Selain pola tidur, rutinitas pagi juga sebaiknya mulai dibiasakan kembali. Menyiapkan seragam, alat tulis, dan perlengkapan sekolah pada malam sebelumnya dapat membuat suasana pagi lebih tertib dan tidak terburu-buru.
Bekal Mental dan Sosial Sama Pentingnya
Persiapan masuk sekolah juga perlu menyentuh aspek mental dan sosial anak. Pentingnya mengajarkan anak cara bersosialisasi agar mereka lebih nyaman saat bertemu guru maupun teman baru di lingkungan sekolah.
Di samping itu, orang tua juga perlu mengenalkan hak dan tanggung jawab anak di sekolah, termasuk aturan dasar yang perlu dipatuhi. Dengan pemahaman itu, anak akan lebih siap menghadapi rutinitas belajar dan berinteraksi di lingkungan baru.
Informasi Pendidikan Indonesia juga menyoroti pentingnya membangun semangat belajar anak sejak awal. Sekolah tidak hanya dipahami sebagai tempat mencari nilai, tetapi juga ruang untuk belajar, berteman, dan mengembangkan karakter.
Editor : Aditya Novrian