KALIPARE – Atap gedung SDN 4 Sukowilangun yang ambruk awal tahun lalu bakal segera diperbaiki. Anggaran perbaikan diperkirakan akan menghabiskan Rp 900 juta. Hal itu tercantum dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Farid Habibah menyampaikan, perbaikan gedung menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Pagu yang disediakan Rp 900 juta.
“Pembangunan fisik dimulai setelah teken kontrak,” ujar Habibah kemarin (23/6).
Tahap penandatanganan kontrak bakal berakhir pekan ini, tepatnya lusa (26/6).
“Tanggal mulai pembangunan fisik menjadi urusan penyedia. Kalau kami, begitu tanda tangan kontrak, seharusnya langsung kerja,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sebagai informasi, rusaknya gedung tersebut sudah terlihat sejak September 2025. Saat itu, plafon di salah satu ruang kelas turun. Kondisi tersebut semakin parah hingga sekitar awal Januari lalu, yakni atap gedung ambruk.
Kejadian itu membuat 58 siswa terpaksa belajar di rumah warga. Sekitar 100 meter dari sekolah. Oleh karena itu, demi kelancaran proses belajar mengajar, pemkab segera bertindak untuk memperbaiki gedung tersebut.
“Secara psikologis, rusaknya gedung dan berpindahnya tempat belajar mengajar juga dikhawatirkan memengaruhi motivasi belajar anak-anak,” imbuhnya.
Oleh karena itu, perbaikan tetap dilaksanakan tahun ini meskipun ambruknya gedung tersebut terjadi ketika APBD 2026 sudah digedok. Sehingga ada diskresi anggaran dengan urgensi siswa harus bisa belajar dengan nyaman dan aman. Yakni kewenangan pejabat pemerintah untuk mengambil tindakan keuangan secara mandiri dalam situasi tertentu. Yakni melalui review inspektorat dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang.
Anggaran tersebut memperbaiki satu gedung yang terdiri atas tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Ruang kelas tersebut meliputi kelas empat, lima, dan enam. Masing-masing ruangan berukuran 7x8 meter.(yun/dan).
Editor : Mahmudan