Verifikasi Sertifikat Kejuaraan pada 29-30 Juni
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Hasil jalur prestasi akademik pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri diumumkan kemarin (26/6). Total ada 1.475 siswa yang diterima. Dari total pendaftar sebanyak 2.993 siswa.
Panitia SPMB Disdikbud Kota Malang Suradi menuturkan, persaingan pada jalur prestasi akademik memang sangat ketat. Persaingan nilai paling sengit terjadi di SMPN 3 Kota Malang. Nilai tertinggi rata-rata yang diterima 97.09 dan terendahnya 90.98. Sementara itu untuk rata-rata keseluruhan nilai yang diterima kisaran 97.09 untuk rata-rata tertinggi. Sedangkan 67.51 untuk nilai kategori terendah.
Baca Juga: Diumumkan Hari Ini, 856 Pelajar Daftar SPMB SMA Jalur Prestasi Akademik
Sebagai informasi, tahun ini ada perubahan aturan terkait komposisi nilai untuk prestasi akademik. Sebelumnya, cukup memakai indeks sekolah dan rata-rata nilai rapor. ”Khusus tahun ini mulai memakai nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan bobot 75 persen dan rapor 25 persen,” ujar Suradi.
Kini penerimaan siswa jenjang SMP negeri hanya menyisakan jalur prestasi non akademik. Dengan total kuota yang disediakan sekitar 741 kursi saja. Sekaligus menjadi jalur terakhir untuk masuk SMP negeri.
Para pendaftar di jalur SPMB itu harus mulai menyerahkan sertifikat lomba kepada Bidang Pendas Disdikbud Kota Malang pada 29-30 Juni mendatang untuk diverifikasi. Hasilnya bisa diambil pada 3 Juli mendatang.
Baca Juga: 1.200 Pelajar Diprediksi Tak Lolos SPMB SMA-SMK Negeri di Kota Malang
Salah satu syaratnya sertifikat prestasi harus baru. Maksimal diterbitkan pada tiga tahun terakhir. ”Baru setelah itu, pendaftaran bakal dibuka pada 6-7 Juli nanti,” lanjut Suradi.
Prestasi non akademik yang ditampung cukup beragam. Mulai hafiz Al Quran, hasil menang lomba di bidang sains, teknologi, riset, dan inovasi. Lomba bidang seni, budaya, bahasa, olahraga, dan bidang lainnya juga bisa didaftarkan. Asalkan sertifikasi sudah dikurasi dan diverifikasi Disdikbud Kota Malang.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Agus Wahyudi menuturkan dari tahun ke tahun kuota SMP memang selalu penuh. Terutama untuk jalur prestasi akademik yang persaingan cukup tinggi. Persaingan tahun ini makin sulit diprediksi karena ada campuran nilai TKA untuk mempertimbangkan siswa masuk kriteria atau tidak.
”Jadi siswa yang sudah menyiapkan nilai sejak kelas 4 saja tidak cukup,” ujarnya. Mereka harus tetap ekstra belajar juga saat mengerjakan TKA. Sebab persentase TKA sedikit banyak berpengaruh terhadap penerimaan siswa di jalur prestasi akademik tersebut. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho