MALANG KOTA - Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) rampung pada Selasa 8 Juni lalu. Tahun ini, ada 1.800 mahasiswa diterima UIN Maliki Malang dari jalur itu. Total pendaftar mencapai 3.462 calon mahasiswa.
Ada sekitar 1.662 pendaftar yang tertolak dari jalur ujian itu. Jadwal daftar ulang dibuka hingga awal Agustus mendatang. Hingga kini sudah ada lebih dari 200 calon mahasiswa yang mengisi biodata.
Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad menuturkan fase penerimaan jalur UM PTKIN ini cukup penting. Sebab, tinggal program studi berbasis agama saja yang masih belum memenuhi kuota. ”Sejauh ini untuk Prodi umum atau non keagamaan cenderung sudah penuh dari SNBT dan SNBP,” ujarnya.
Untuk Prodi yang paling banyak diminati pada UM PTKIN berasal dari tarbiyah atau pendidikan. Seperti salah satunya, Pendidikan Agama Islam. Untuk rumpun ekonomi yang banyak diminati, Perbankan Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga Islam. Sementara Prodi yang tak banyak peminatnya adalah Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Tadris Matematika.
Berdasar data UM PTKIN tahun lalu, persaingan tahun ini bakal sedikit longgar. Sebab tahun lalu ada 4.800 pendaftar yang memilih masuk UIN Maliki Malang lewat jalur itu. Namun kuota yang tersedia hanya untuk 1.700 kursi saja.
Imam menuturkan, masih ada kemungkinan pendaftar tak daftar ulang pada sesi tersebut. Biasanya beberapa dari mereka tidak daftar ulang karena masalah biaya. ”Namun biaya UKT dan ma’had yang kami tentukan sudah kami sesuaikan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Pihaknya berharap tahun ini lebih banyak yang daftar ulang di jalur UMPTKIN. Tentunya untuk memenuhi target mahasiswa baru di kampus sebanyak 5 ribuan mahasiswa. Apalagi jalur mandiri saat ini juga sudah ditutup agar tidak melebihi kuota. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo