MA Almaarif Singosari terus berupaya meningkatkan kualitas siswanya. Tahun ini, 206 pelajar diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
DARI 206 pelajar tersebut, 22 di antaranya diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Hal itu membuat MA Almaarif dinobatkan sebagai peringkat pertama MA swasta terbanyak di Kabupaten Malang yang diterima melalui SNBP. Di Jawa Timur, madrasah yang berlokasi di Jalan Ronggolawe, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari itu mendapat peringkat ketujuh sebagai MA swasta yang siswanya terbanyak diterima SNBP.
Kepala MA Almaarif Singosari Khoirul Anam mengatakan, sejak kelas X, pihak madrasah sudah memetakan minat dan bakat peserta didiknya. Di antaranya melalui pengisian angket.
“Kemudian anak-anak diarahkan untuk mengambil peminatan sesuai potensi atau minat bakat tersebut,” ujarnya kemarin (15/7).
Dia memberi contoh, misalnya jika ada anak yang ingin mengambil jurusan kedokteran. Maka kemampuan matematika, biologi, kimia, dan bahasa Inggris harus dimaksimalkan. Begitu pula dengan anak yang ingin mengambil jurusan arsitektur. Dia harus memaksimalkan kemampuan matematika dan fisika. Potensi tersebut dapat dimatangkan saat mengambil mata pelajaran peminatan kelas XI.
“Kami beri arahan, terutama yang mengejar SNBP supaya nilainya jangan sampai fluktuatif. Apalagi untuk pelajaran-pelajaran yang berhubungan langsung dengan jurusan impian anak-anak,” imbuhnya.
Sebagai opsi kedua jika harus mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), madrasah mengarahkan peserta didiknya mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar. Sementara madrasah juga memberi fasilitas tryout SNBT yang bekerja sama dengan bimbel.
Tahun ini, pihaknya bekerja sama dengan tiga bimbel besar. Yakni Primagama, Ruangguru, dan Quipper.
“Hasil tryout juga kami sampaikan ke anak-anak dan orang tuanya. Supaya mereka tahu kekuatan dan kelemahannya di masing-masing sub tes,” ucapnya.
Sedangkan untuk jalur mandiri menyesuaikan kebijakan masing-masing kampus. Oleh karena itu, pihaknya sudah MoU dengan beberapa kampus supaya peserta didiknya yang berprestasi dapat diterima melalui jalur kemitraan. Misalnya kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang).
“Tahun ini ada lima anak yang menerima golden ticket kemitraan di UIN Malang,” kata dia
Selain itu juga ada perguruan tinggi swasta (PTS) yang mengajukan kerja sama. Di antaranya Universitas Islam Malang (Unisma) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Aly (STAIMA) Al-Hikam Malang. Pihaknya mulai berupaya bekerja sama dengan perguruan tinggi di daerah Surabaya.
Selain menjaga nilai, madrasah juga mendorong peserta didiknya berprestasi di luar sekolah. Baik akademik maupun non-akademik. Misalnya melalui perlombaan pekan olahraga dan seni (Porseni) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Sejak 2025-2026 ini, terdapat 82 prestasi yang telah diraih peserta didiknya. Mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
“Anak-anak yang punya prestasi non akademik tetap kami dampingi. Kami ada kebijakan pembelajaran tersendiri, misalnya kami berikan modul kepada anak yang sedang ikut pemusatan pelatihan. Saat ujian, kami minta datang ke sekolah,” lanjutnya.
Seperti satu siswanya yang mampu meraih juara pertama O2SN tingkat kabupaten. Meski baru kelas XI, dia sudah diterima di salah satu PTN melalui golden ticket prestasinya.(yun/dan).
Editor : Mahmudan