Peminat Membludak, MIN 2 Kota Malang Kewalahan Tampung Calon Siswa

A. Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:29 WIB
DIMINATI: MIN 2 Kota Malang.
DIMINATI: MIN 2 Kota Malang.

MALANG, RADAR MALANG – Animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di MIN 2 Kota Malang (Mindatama) terus meningkat. Pada Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) 2026, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 430 calon siswa. Padahal, daya tampung yang tersedia hanya 210 kursi.

Tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan masuk ke madrasah negeri tersebut semakin ketat. Bahkan, fenomena serupa juga terjadi pada jalur perpindahan siswa. Saat hanya tersedia satu kursi kosong, jumlah pendaftar yang mengajukan perpindahan mencapai 18 orang.

Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan mengatakan, tingginya minat masyarakat menjadi tantangan sekaligus amanah bagi lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

"Alhamdulillah kepercayaan masyarakat sangat luar biasa. Dari tahun ke tahun progresnya meningkat cukup tajam. Pada PMBM kemarin kami hanya menerima 210 siswa, sementara masyarakat yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di MIN 2 sudah lebih dari 430 orang,” ujarnya.

Menurut Nanang, banyak orang tua yang tetap berharap anaknya bisa diterima meskipun kuota telah terpenuhi. Bahkan, ada yang meminta agar nama anaknya dicatat sebagai daftar tunggu jika sewaktu-waktu terdapat siswa yang mengundurkan diri atau pindah sekolah.

"Kami sudah menyampaikan bahwa tidak bisa menambah kelas. Tetapi ada wali murid yang berinisiatif meminta sistem inden. Ketika akhirnya ada satu kursi kosong, ternyata yang mendaftar sampai 18 orang,” katanya.

Meski minat masyarakat sangat tinggi, pihak madrasah tetap mengedepankan kualitas dalam setiap proses penerimaan. Seleksi tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan kursi, tetapi juga kesiapan akademik dan kemampuan calon peserta didik.

"Kami tetap melakukan evaluasi pada sistem inden maupun seleksi siswa pindahan. Kualitas kemampuan dan kesiapan anak menjadi prioritas,” beber Nanang.

Melihat tren peningkatan peminat yang terus terjadi, MIN 2 Kota Malang mulai mempertimbangkan penambahan rombongan belajar. Wacana tersebut telah mendapat sinyal positif dari Kementerian Agama, namun masih bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana.

Dari Kementerian Agama sudah memberikan lampu hijau untuk penambahan kelas, tetapi syaratnya harus tersedia ruang kelas terlebih dahulu,” jelas Nanang.

Menurutnya, penambahan ruang belajar tidak bisa dilakukan secara parsial. Sebab, tambahan satu rombongan belajar di kelas satu akan berlanjut hingga jenjang berikutnya.

Kami tidak hanya menyiapkan satu ruang. Paling tidak harus tersedia enam ruang kelas agar nantinya seluruh jenjang bisa menjadi delapan rombongan belajar. Saat ini kami masih memiliki tujuh rombongan belajar di setiap tingkat,” ungkapnya.

Karena itu, pihak madrasah terus mengupayakan pembangunan ruang kelas baru melalui berbagai skema pendanaan. Baik dari dukungan komite maupun bantuan pemerintah.

Kami terus berupaya melakukan penambahan gedung, baik menggunakan dana mandiri dari komite maupun bantuan pemerintah melalui mekanisme yang memungkinkan, termasuk revitalisasi,” katanya.

Daya tarik MIN 2 Kota Malang juga terlihat dari sebaran asal siswanya. Tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi juga dari berbagai wilayah Kabupaten Malang. Bahkan, hampir sepertiga peserta didik berasal dari luar kota.

Tahun ini yang paling jauh berasal dari Kepanjen. Ada juga dari Bululawang. Hampir sepertiga siswa kami berasal dari Kabupaten Malang, seperti Wagir, Pakisaji, Tajinan, dan daerah lainnya,” pungkas Nanang.

Lonjakan jumlah pendaftar yang terus melampaui kapasitas menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di MIN 2 Kota Malang. Tantangan berikutnya adalah memperluas kapasitas layanan agar lebih banyak anak dapat mengakses pendidikan yang menjadi favorit masyarakat Malang Raya. (llk)

Editor : A. Nugroho
min 2 kota malang murid malang madrasah