UWK Dorong Mahasiswa Kuasai Mandarin, Bekal Hadapi Dunia Kerja

Kholid Amrullah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:52 WIB

KOMPAK: Peserta Gebyar Mandarin UWK berfoto bersama, Sabtu (19/9).
KOMPAK: Peserta Gebyar Mandarin UWK berfoto bersama, Sabtu (19/9).

MALANG KOTA – Universitas Widya Karya (UWK) Malang mulai mendorong penguasaan bahasa Mandarin sebagai salah satu bekal mahasiswa menghadapi perkembangan ekonomi dan dunia kerja global. Langkah itu ditandai dengan gelaran Gebyar Mandarin UWK bertema “Mastering Mandarin, Shaping the Future”, Sabtu (19/9).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, dosen, siswa SMA wilayah Malang-Batu, hingga alumni. Sejumlah tamu undangan dari Yayasan Sosial Hakka, PSMTI, kalangan pengusaha, Lions Club, serta mitra UWK juga turut hadir.

Rektor UWK Prof. Dr. Ir. Aloisius Maria Kukuk Yudiono, M.S., mengatakan perkembangan Tiongkok di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, dan investasi menjadi salah satu alasan kampus memberikan perhatian terhadap bahasa Mandarin. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan tambahan agar memiliki daya saing ketika memasuki dunia kerja.

“Lulusan kita itu harus punya nilai plus atau nilai daya saing. Kalau kita masuk ke perusahaan-perusahaan Tiongkok yang sudah menyebar di negara kita, kita harus punya keunggulan. Salah satunya adalah bahasa Mandarin,” ujar Aloisius.

Menurut Aloisius, minat masyarakat Malang untuk mempelajari Mandarin sejauh ini masih belum banyak dan cenderung sporadis. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa peluang pendidikan dan pekerjaan tidak hanya berorientasi ke negara-negara Barat.

“Dunia itu sudah bergeser. Kita tidak hanya berkiblat ke negara Barat, tetapi harus menyadari bahwa negara China sudah menjadi pemimpin global. Kalau kita ingin bisa survive, itu harus kita sadari,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara pengenalan bahasa. UWK berencana menjadikannya program berkelanjutan dengan membuka kelas Mandarin bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Bahkan, pembelajaran Mandarin direncanakan menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki mahasiswa UWK.

Aloisius menambahkan, kampus juga mulai melihat peluang pendidikan di Tiongkok. UWK akan mencari peluang beasiswa agar mahasiswa dapat melanjutkan studi ke negara tersebut. Menurutnya, peluang beasiswa dari pemerintah maupun swasta untuk studi di Tiongkok sudah mulai terbuka.

APRESIASI: Penyerahan cendera mata dalam Gebyar Mandarin UWK, Sabtu (19/9).
APRESIASI: Penyerahan cendera mata dalam Gebyar Mandarin UWK, Sabtu (19/9).

Sementara itu, penulis dan pemerhati Tiongkok Novi Basuki menilai penguasaan Mandarin dapat memberikan peluang kerja bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan komunikasi dasar saja sudah dapat menjadi nilai tambah, terlebih di tengah semakin banyaknya perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia.

“Jangankan menguasai, yang hanya bisa komunikasi bahasa Mandarin untuk keperluan sehari-hari, yang belajar satu tahun saja, itu sudah gampang sekali untuk mencari kerja,” kata Novi.

Novi juga mendorong generasi muda untuk memahami Tiongkok melalui perspektif yang lebih luas. Menurutnya, mempelajari bahasa Mandarin tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga membuka akses untuk memahami perkembangan dan pemikiran dari Tiongkok. “Kita itu mesti melihat Tiongkok itu tidak lagi menggunakan kacamata Perang Dingin,” ujarnya. (akb)

 

Editor : Kholid Amrullah
UWK Malang Bahasa Mandarin generasi muda