Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kelas Coding dan AI Kian Menjamur di Kota Malang, Materi Disesuaikan dengan Jenjang Pendidikan

A. Nugroho • Minggu, 14 September 2025 | 18:18 WIB
FOKUS: Tiga anak mendapat tugas dari para mentor Kode Kiddo mengenali bahasa pemrograman.
FOKUS: Tiga anak mendapat tugas dari para mentor Kode Kiddo mengenali bahasa pemrograman.

MALANG - Minat anak-anak belajar coding dan artificial intelligence (AI) di Kota Malang kian meningkat. Lonjakan ini seiring wacana pemerintah yang bakal menjadikan AI dan coding sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar hingga menengah. Lembaga bimbingan belajar pun mulai menangkap peluang tersebut.

KALAU dulu anak TK sibuk menebalkan huruf atau berhitung dasar, kini tren belajar coding dan artificial intelligence (AI) mengubah semuanya. Ya, sejak dini anakanak sudah diperkenalkan dengan logika pemrograman. Menariknya, materi yang diajarkan tetap disesuaikan dengan kemampuan dan jenjang pendidikan.

”Untuk anak TK, kadang masih belum bisa membedakan kanan dan kiri. Jadi kami latih dulu cara berpikir logisnya,” tutur Muhammad Aidil, pengajar coding di Level Up.

Aidil menyebut, bimbingan belajar (bimbel) cenderung lebih maju dalam materi coding dan AI dibandingkan di sekolah formal. Apa yang di sekolah baru diajarkan di tingkat SMP, di bimbel justru sudah mulai dikenalkan sejak SD. Bahkan, tidak sedikit anak TK yang sudah duduk di depan komputer untuk belajar AI dasar.

Di tingkat SD, materi bekembang ke arah yang lebih seru. Anak-anak diajak membuat game sederhana dan digital art. Awalnya lewat puzzle, kemudian berlanjut ke pembuatan AI dasar. ”Untuk implementasinya, biasanya memakai media interaktif seperti Minecraft,” jelas Aidil.

Saat menginjak SMP, kompleksitas meningkat. Materi yang diajarkan lebih mendalam dan variatif. Siswa diajak membuat program menggunakan media interaktif hingga scripting. Menurut Aidil, dengan latihan rutin, dalam sebulan siswa sudah bisa menguasai satu bahasa pemrograman.

”Tapi untuk benar-benar matang, butuh sekitar enam bulan. Ada juga yang akselerasi mencoba level berikutnya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Rateh Denok Viannata, pengajar kelas online AI dan coding. Menurutnya, untuk pemula, jenis coding yang dipakai lebih sederhana dan visual. Bahkan ada yang tanpa komputer (unplugged). ”Contohnya pakai permainan brick. Anak-anak menyusun balok untuk melatih logika berpikir,” terang Rateh.

Jika menggunakan perangkat, biasanya dipakai aplikasi Blockly Games. Dari situ siswa diminta menyusun puzzle hingga terbentuk gambar utuh. ”Intinya, coding di jenjang dasar fokus pada kemampuan pemecahan masalah yang bisa dipahami komputer,” tambahnya.

Begitu sudah lancar, anak-anak beralih ke scratch coding. Dari sini mereka bisa bikin animasi, cerita interaktif, sampai game sederhana. Materi itu kemudian berkembang lagi menjadi pembelajaran AI. Satu hal yang pasti, belajar coding tak lagi eksklusif bagi mahasiswa jurusan IT. Kini, anak-anak bisa akrab dengan bahasa mesin sejak TK. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
#wajib #AI #coding #malang #Artificial Intelegen