BATU KOTA - Kasatlantas Polres Kota Batu AKP Lya Ambarwati SIK membeberkan, kecelakaan yang menelan 3 nyawa pada 16 Mei lalu terjadi akibat kelalaian pengendara. Di lokasi itu sudah ada rambu bahwa truk dan bus dilarang melintas.
”Saat ini masih proses penyidikan. Sopir truk yang bernama Nasrullah belum bisa dimintai keterangan. Masih kritis di RS Hasta Brata Batu. Namun, dari keterangan yang kami dapatkan, pengendara truk mengikuti petunjuk Google Maps,” ungkapnya.
Lya menyebut Nasrullah belum pernah melintasi Jalur Klemuk. Waktu itu dia membawa muatan 3 ekor sapi yang akan dijual di Malang. Diduga kuat Nasrrullah mengikuti arahan Google Maps tanpa tahu ada jalur yang menurun ekstrem.
Agar hal serupa tidak terjadi, Satlantas Polres Kota Batu akan mencari solusi bersama dengan forum lalu lintas, Pemkot Batu, Dishub, dan sebagainya. ”Setelah kecelakaan ini tentu akan ada sanksi untuk para pelanggar rambu. Kami juga menunggu perbaikan portal permanen dan sarana yang perlu ditambah,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang relawan yang menginisiasi pembangunan jalur keselamatan Klemuk, Sulyanton, mengatakan sudah banyak kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalur Klemuk akibat rem blong. Tim relawan bahkan sampai membuat list data seluruh kejadian rem blong di jalur tersebut.
”Data mulai 19 April hingga 16 Mei 2023, ada 128 kendaraan roda dua dan 9 kendaraan roda empat yang remnya blong,” jelasnya. Sebagian besar bisa masuk ke jalur keselamatan yang sudah di buat. Namun 12 kendaraan lolos dari jalur keselamatan dan berakhir dengan kecelakaan. Seperti terjatuh dan masuk ke dalam saluran air.
Sulyanton bahkan berharap Pemerintah Kota Batu melalui dinas terkait (Diskominfo) bisa memutus penunjuk Google Maps di sepanjang kawasan Klemuk. Sebab, banyak kecelakaan terjadi di Jalur Klemuk karena pengendara yang tidak mengenali medan. Mereka asal mengikuti Google Maps saja.(ifa/iza/mel/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana