Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Diduga Mabuk, Pemuda asal Pisang Candi Jatuh ke Sungai

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 24 Juni 2023 | 19:10 WIB

 

CURAM: Jenazah Kholil dievakuasi menggunakan tandu dan tali yang ditarik ke atas tebing Sungai Metro di Jalan Pisang Candi Barat, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, kemarin (23/6).
CURAM: Jenazah Kholil dievakuasi menggunakan tandu dan tali yang ditarik ke atas tebing Sungai Metro di Jalan Pisang Candi Barat, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, kemarin (23/6).

MALANG KOTA - Suara teriakan ada orang jatuh ke Sungai Metro mengagetkan warga maupun pengendara di Jalan Pisang Candi Barat, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, kemarin (23/6), sekitar pukul 14.00. Tak butuh waktu lama, puluhan warga memadati bibir tebing yang cukup curam itu. Mereka melihat tubuh seorang pria telentang di salah satu ceruk sungai.

Belakangan diketahui bahwa pria itu bernama Kholil, warga Jalan Pisang Candi. Dia terjatuh dari atas jembatan yang memiliki ketinggian  sekitar 15 sampai 20 meter dari permukaan sungai. Proses evakuasi pun cukup alot. Jenazah Kholil harus diangkat dengan tandu, kemudian ditarik melintasi tebing menggunakan tali. Jenazah akhirnya bisa dimasukkan ambulans pada pukul 15.00.

Salah seorang saksi mata bernama Ningsih mengatakan, Kholil memang sering berada di sekitar jembatan. Kemarin siang, posisinya duduk bersandar di tembok pembatas. Dia terlihat mengantuk dan mabuk. ”Saya sudah minta dia pergi. Tapi hanya dijawab sekenanya. Tidak dihiraukan,” terang Ningsih sembari memeragakan posisi Kholil yang seperti orang setengah sadar.

Perempuan yang sehari-hari berjualan di warung itu mengungkapkan, sebelum terjatuh, Kholil sempat memesan mi kuah dan tempe mendoan kepadanya. Pengakuan Ningsih itu sekaligus mengonfirmasi temuan mi kuah yang tumpah dan sepasang sandal berwarna hitam di lokasi tempat Kholil duduk.

”Saya sudah sering menegur dia agar tidak mabuk di sekitar sini. Soalnya banyak pengendara ojek online yang melintas,” lanjut dia. Ningsih khawatir keberadaan Kholil yang dalam kondisi mabuk membuat pengendara ojek online maupun warga yang kebetulan lewat merasa tak nyaman. Hal itu bisa mematikan usaha warung miliknya.

Kalau ditegur Ningsih, terkadang Kholil beralih minum bersama kawan-kawannya di bawah pohon pisang. Letaknya tidak jauh dari lokasi Kholil terjatuh. Kurang lebih 20 meter. ”Setahu saya dia kerja sebagai tukang parkir di makam dekat sini,” imbuh perempuan asal Kelurahan Samaan tersebut.

Pengendara ojek online bernama Suhendro membenarkan cerita Ningsih.  Dia mengaku sempat melihat Kholil berada di tembok pembatas jembatan. Tapi dia tidak tahu pasti detail kejadian jatuhnya Kholil karena sedang ngopi di dalam warung Ningsih.

”Kalau yang saya lihat tadi dia sedang tidur dengan kepala menghadap tembok. Beberapa saat kemudian ada ibu-ibu yang tinggal di rumah atas dan bilang, ’jatuh... jatuh’,” jelas Suhendro.

Sementara itu, Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar mengatakan bahwa Kholil diketahui sudah duduk di tepi sungai sekitar pukul 11.00. Lalu, pada pukul 13.30, Kholil memesan mi di warung dekat tempat kejadian. Dia kemudian menunggu sambil tidur-tiduran. ”Waktu kejadian, ada dua saksi mata yang mengetahui jatuhnya korban. Karena setelah jatuh tidak ada tanda-tanda gerakan, akhirnya mereka melapor kepada kami,” ucap Nyoto. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jatuh ke sungai #mabuk