MALANG KOTA – Dua orang tewas tertabrak pikap di Jalan Raya depan GOR Ken Arok, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, kemarin (5/7). Keduanya adalah warga Kecamatan Kedungkadang, Kota Malang. Yakni Baidhowi, 32, asal Kelurahan Kotalama dan Yanto, 41, warga Kelurahan Buring.
Informasi yang dihimpun jawa pos radar malang, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari. Mulanya, mobil pikap Daihatsu Gran Max nopol N 8790 EQ yang dikendarai oleh A. Zainurroziqin, 22, warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit melaju dari arah Bululawang menuju Kota Malang. Selama mengemudikan pikap, Zainurroziqin ditemani Sukirno, warga Desa Toyomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Sementara Baidhowi yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU tanpa plat nomor hendak masuk halaman GOR Ken Arok. Dia membonceng Yanto, 41, asal Buring. Diduga, pengendara Suzuki Satria tidak melihat ada pikap melaju. ”Karena tidak hati-hati, motor itu bertabrakan dengan pikap yang jalan dari arah selatan ke utara,” ujar Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Malang Kota AKP Yulian Putra kemarin.
Akibat kejadian itu, bagian kabin mobil pikap ringsek. Juga motor tanpa plat nomor dan diduga hasil modifikasi itu bengkok bagian rangkanya. “Dua orang di atas sepeda motor itu meninggal dunia di tempat. Kemudian karena mobil itu ringsek, penumpang beserta sopirnya terjepit,” imbuh Yulian.
Yanto dan Baidhowi sama-sama menderita luka yang cukup parah di kepalanya. Yakni Sedangkan pengemudi dan penumpang mobil pikap mengalami luka di kakinya akibat terjepit bodi mobil warna putih itu.
Proses evakuasi mobil butuh waktu sekitar 30 menit, sehingga terjadi kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, mereka dibawa ke IGD RSSA guna mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan barang bukti dua kendaraan dibawa ke kantor Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana