Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pipi Bocah 10 Tahun asal Dau Malang Disayat, Pelaku Teman Sekolah

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 2 November 2023 | 18:00 WIB
Kapolsek Dau Kompol Triwik Winarni memberi keterangan awal soal laporan adanya penyayatan pipi bocah asal Tegalweru Dau.
Kapolsek Dau Kompol Triwik Winarni memberi keterangan awal soal laporan adanya penyayatan pipi bocah asal Tegalweru Dau.

KABUPATEN – Kegaduhan terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Jalan Brawijaya, Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Selasa siang (31/10).

Saat itu seorang bocah kelas 4 berinisial RA mengalami luka robek yang cukup lebar di pipinya.

Kemarin (1/11), polisi memastikan luka itu terjadi akibat perkelahian dengan temannya sesama siswa. 

Kapolsek Dau Kompol Triwik Winarni mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00.

Dia menduga siang itu korban yang berusia 10 tahun sedang bermain bersama teman-temannya sepulang sekolah.

Kemudian terjadi kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran.

Triwik menjelaskan, korban terdata sebagai warga RW 3/RT 15 Desa Petungsewu.

Saat keributan itu terjadi, ayah korban, Candra Prasetyo, sebenarnya sudah menunggu di depan sekolah.

Tiba-tiba dia melihat banyak ibu-ibu yang berteriak-teriak.

Satu di antaranya memanggil Candra agar mendekat.

Saat itulah Candra mengetahui kalau anaknya mengalami luka sayatan benda tajam dan mengeluarkan banyak darah.

Candra langsung membawa anaknya itu ke bidan desa menggunakan sepeda motor.

Namun karena luka yang dialami cukup parah, korban dirujuk ke RS UMM.

Diperkirakan panjang sayatan di pipi kiri korban mencapai 5 cm.

”Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dau sekitar pukul 20.40,” kata Triwik.

Dari penyelidikan sementara, kabar adanya pengeroyokan terhadap korban belum terbukti.

Peristiwa ini dikabarkan adalah satu lawan satu.

Diduga terlapor merupakan teman sekolah korban dan sedang mondok di lembaga tersebut.

"Orang tua terlapor berasal dari wilayah Jawa Tengah,” imbuhnya. 

Karena pelaku dan korban masih tergolong anak-anak, perkara tersebut dilimpahkan ke unit PPA Polres Malang.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti salah satunya pakaian korban yang ada noda darahnya.

Foto mozaik bocah korban disayat teman sekolahnya sendiri di MI Jalan Brawijaya Tegalweru Dau Malang. Gambar diblur karena luka sangat parah.
Foto mozaik bocah korban disayat teman sekolahnya sendiri di MI Jalan Brawijaya Tegalweru Dau Malang. Gambar diblur karena luka sangat parah.

Kemarin siang (1/11) RA tampak sudah berada di rumahnya.

Ia terlihat berbaring di ruang tengah. Namun pihak keluarga enggan berkomentar dan menyerahkan proses hukum ke kepolisian.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI Muflichatul Mukaromah mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di luar Madrasah.

”Kejadian tersebut di luar jam sekolah, tepatnya jam 13.00,” katanya.

Karena sudah jam pulang, hanya ada tiga guru yang ada di dalam sekolah.

Mayoritas sudah pulang.

Dia menambahkan juga menambahkan, alat yang digunakan untuk menyayat bukan pisau cutter.

Bahkan barang buktinya sudah ditemukan di lokasi kejadian.

”Bingung benda apa itu. Batu bukan, kaca juga bukan. Mungkin semacam logam,” ucapnya. (iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bocah #malang #DAU