KEPANJEN - Jasad bayi ditemukan tersangkut sampah di bendungan Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kemarin (12/3).
Diduga, bayi tak berdosa tersebut baru berusia satu hari.
Itu karena ari-arinya masih tersambung ke perut.
Jasad bayi tanpa busana itu kali pertama ditemukan oleh Miseni, petugas pengangkut sampah di bendungan Sengguruh.
“Ditemukan sekitar pukul 09.00 oleh Miseni, operator Speedboat. Juga saksi Sutrisno selaku operator backhoe amfibi bekerja membersihkan sampah di Sekat Aliran Sungai Brantas,” ujar Kapolsek Kepanjen AKP Moh. Lutfi kemarin.
Saat itu, dia melanjutkan, kedua saksi tersebut sedang mengangkuti sampah menggunakan alat berat.
Setelah melihat mayat bayi mengambang, mereka berkoordinasi dengan petugas keamanan di bendungan Sengguruh.
Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kepanjen dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.
Usai mendapat laporan, Lutfi menerjunkan personel ke tempat kejadian perkara (TKP).
”Sebagian ari-ari masih menempel di perut,” kata perwira polisi dengan tiga balok di pundaknya itu.
Selanjutnya jasad bayi dibawa ke RSSA Malang untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini pihaknya berusaha melakukan pendalaman.
Termasuk menelusuri apakah bayi tersebut sengaja dibuang.
Guna mengungkap kasus tersebut, pihaknya meminta partisipasi masyarakat.
Bagi yang mengetahui informasi terkait penemuan bayi, diharapkan bisa melaporkan ke polisi. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana