MALANG KOTA – Apes menimpa Rakhmat Wagiono, warga Jalan Mergan Lori II C, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, kemarin (5/7).
Tabung gas pemanas air di rumahnya bocor dan tersulut api dari kompor yang digunakan istrinya untuk memasak air.
Pria berusia 57 tahun itu pun tersambar api dan membakar hampir seluruh bagian depan tubuhnya.
Ledakan dari tabung gas juga mengakibatkan sebagian rumah hancur dan sebuah motor terbakar.
Musibah itu bermula ketika Dwi Handayani, 44, istri Rakhmat, memasak air di dapur sekitar pukul 17.45.
Pada saat yang sama, Rakhmat yang baru saja pulang menjaga toko berniat mengganti tabung gas pemanas air miliknya di dekat kamar mandi.
Posisi kamar mandi itu sejajar dengan ruang tamu dan ruang tengah yang juga dijadikan dapur.
Sebab rumah milik Rakhmat berbentuk persegi panjang dengan lebar tiga meter dan memanjang ke belakang sekitar sepuluh meter.
Saat memasang tabung gas baru, ternyata terjadi kebocoran.
Gas yang sudah memenuhi ruangan tiba-tiba tersulut api kompor dan akhirnya meledak.
Rakhmat yang berada tepat di depan tabung gas pun terlempar.
Hanya dalam hitungan detik, api menyebar ke depan hingga ruang tamu.
”Di ruang tamu itu ada sepeda motor milik kakak saya,” ujar Frisania Icantika Fradevi, 22, salah satu anak Rakhmat yang sore itu baru saja pulang kerja.
Beruntung, saat mencium bau gas bocor memenuhi ruangan, Frisania langsung melarang ibunya masuk ke dalam rumah.
Sebab Dwi sedang menggendong adik Frisania yang masih kecil.
Api akhirnya menyambar sepeda motor yang berada di ruang tamu.
Ledakan tabung gas yang diikuti kobaran api juga menghancurkan sebagian besar tembok kanan rumah.
Mulai tembok kanan ruang tamu hingga ruang tengah.
Sementara kaca depan rumah juga sudah hancur.
Saat ini Rakhmat sudah dilarikan ke Rumah Sakit Panti Waluyo untuk diberi penanganan lebih lanjut.
Untuk sementara, Frisania dan keluarganya mengungsi ke rumah saudaranya yang hanya berjarak tiga rumah dari lokasi kejadian.
”Sambil menunggu rumah diperbaiki, sementara ikut saudara dulu,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Agoes Soebekti memperkirakan kerugian akibat kejadian itu mencapai Rp 150 juta.
Kerugian itu dihitung hari kerusakan rumah, barang-barang yang terbakar, termasuk sat motor yang hangus. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana