KARANGPLOSO – Kandang sapi dan kambing berukuran 20 x 10 meter di Dusun Karangan, RT 3/RW 1, Desa Donowarih, Karangploso, terbakar pada Minggu malam (4/8).
Sebanyak 13 kambing hangus, sementara tujuh kambing lainnya dan dua sapi berhasil diselamatkan.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Kapolsek Karangploso AKP Moch. Sochib mengatakan, kali pertama api terlihat oleh warga bernama Sopii, 66, Sekitar pukul 19.30.
Saat itu, Sopii yang sedang berada di depan rumahnya melihat kobaran api di dalam kandang milim Matasan, 46.
”Saksi sempat mengira ada orang di dalam kandang. Dia mencoba mendekat, ternyata api semakin membesar dan tidak ada orang di dalam kandang,” ujarnya.
Sopii segera pergi ke rumah Matasan yang berlokasi di RT 3/RW 9 untuk memberi tahu tentang peristiwa kebakaran itu.
Tanpa menunggu lama, Matasan bergegas menuju kandang yang di dalamnya terdapat dua ekor sapi dan 20 ekor kambing itu.
Bersama warga yang lain, Matasan berusaha memadamkan api dan menyelamatkan kambing dan sapi.
Sayang, karena sebagian besar bangunan kandang itu menggunakan kayu, api menyebar dengan sangat cepat.
Tidak semua hewan ternak berhasil diselamatkan, hingga akhirnya mati terpanggang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan, tim damkar mendapatkan informasi tentang kejadian itu pada pukul 19.35.
Mereka langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam yang tersedia.
Karena masih kurang, dua unit mobil damkar didatangkan dari Kota Batu.
”Api dapat dipadamkan sekitar pukul 21.30,” katanya.
Kerusakan akibat kebakaran itu sangat parah.
Bagian atap yang terbuat dari rangka kayu hangus dan ambruk.
Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari kabel yang ada di kandang.
Polisi juga mengamankan satu potongan kabel listrik yang terbakar dan satu tabung gas elpiji melon yang masih utuh.
Petugas damkar memperkirakan kerugian material akibat kebakaran itu mencapai Rp 200 juta.
Angka itu merupakan akumulasi nilai hewan ternak yang mati terpanggang dan bangunan kandang yang hangus secara keseluruhan. (iza/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana