KABUPATEN – Jalur Malang-Surabaya di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kembali memakan korban kemarin (13/10).
Tiga nyawa melayang dalam dua kecelakaan di Kecamatan Lawang.
Yang pertama terjadi di Jalan Raya Dr Wahidin, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, dengan satu korban meninggal.
Sementara kecelakaan lain terjadi di Jalan Raya Yos Sudarso, juga di wilayah Desa Bedali, dengan dua korban meninggal.
Kecelakaan di Jalan Raya Dr Wahidin terjadi sekitar pukul 08.00.
Melibatkan seorang pejalan kaki, pengendara dan penumpang sepeda motor, serta satu pengendara mobil.
Korban meninggal adalah pejalan kaki bernama Sudjani, 77, warga Jalan Bimasakti, Desa Bedali.
Saksi mata yang diperiksa polisi menyebutkan, pagi itu Sudjani hendak menyeberang dari arah timur.
Saat berada di tengah jalan, tiba-tiba melintas Honda Vario dengan nopol B 5703 FKC yang dikendarai Achmad Dhany Putra, 23, warga Desa Kroman, Kecamatan Gresik.
Dia berboncengan dengan Naufal Okbah, 24, warga Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik.
”Motor itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak Sudjani. Korban langsung meninggal di lokasi kejadian,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Joko Taruna.
Sudjani mengalami luka parah di bagian kepala dan kehilangan banyak darah.
Kaki kanannya juga patah.
Sementara itu, Dhany dan Naufal terlempar ke kanan hingga melewati pembatas jalan.
Pada saat yang sama, melaju sebuah mobil Toyota Avanza Veloz dengan nopol P 1051 KX dari arah utara.
Mobil itu dikemudikan Prasetiawan, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi.
Dhany dan Naufal pun tertabrak mobil hingga sepeda motornya rusak parah.
Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Lawang karena menderita lukaluka.
Hingga kemarin sore, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi di Jalan Raya Yos Sudarso, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, sekitar pukul 11.00.
Saat itu, melintas sebuah Microbus Isuzu Elf dengan nopol N 7128 GD yang dikendarai Moh. Mubadilah, 46, warga Jalan Dorowati Selatan, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang.
Microbus itu melintas dari arah barat.
Tiba-tiba, microbus yang membawa rombongan pulang dari gereja itu pecah ban depan bagian kanan.
Mobil besar itu pun oleng ke kanan.
Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melintas Honda Vario dengan nopol N 6763 FP.
Motor itu dikemudikan Yoga Hermawan, 33, bersama berboncengan dengan dua anaknya, yaitu Athaya Reiga Devanand, 6, dan Muhammad Ali Nugraha, 12.
Ketiganya merupakan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.
Karena jarak sudah dekat, kedua kendaraan itu pun bertabrakan.
Yoga dan Athaya mengalami luka-luka di bagian kepala dan meninggal di tempat kejadian.
Sementara Nugraha sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Lawang.
“Lagi-lagi, fatalitas dua kecelakaan itu semakin tinggi karena korban tidak memakai helm,” pungkas Joko. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana