Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Satu Titik JLS Malang-Blitar Putus, Tiga Lokasi Lain Longsor

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 12 Desember 2024 | 19:30 WIB
DAMPAK LIKUIFAKSI: Jalan sepanjang 100 meter di Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan hancur setelah diguyur hujan sejak Selasa sore (10/12) hingga Rabu dini hari (11/12).
DAMPAK LIKUIFAKSI: Jalan sepanjang 100 meter di Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan hancur setelah diguyur hujan sejak Selasa sore (10/12) hingga Rabu dini hari (11/12).

KABUPATEN - Hujan deras mengguyur Dusun Panggungwaru, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, sejak Selasa sore (10/12) hingga Rabu dini hari (11/12).

Dampak yang ditimbulkan di Kabupaten Malang benar-benar di luar dugaan.

Empat titik di Jalur Lintas Selatan (JLS) perbatasan Malang-Blitar mengalami likuifaksi (tanah bergerak).

Bahkan aspal di titik Kelok 9 hancur total dan tak bisa dilewati sejak kemarin (11/12).

Panjang jalan yang aspalnya hancur di Kelok 9 mencapai 100 meter.

Separo badan jalannya juga sudah longsor ke tebing bagian bawah.

Sebagian lagi mengalami retakan-retakan yang cukup lebar.

Kondisi itu diperparah dengan tebing bagian atas jalan yang sudah mengalami retakan setinggi 10 meter.

Kendati demikian, beberapa warga masih nekat melintasi jalan tersebut menggunakan motor.

Mayoritas adalah mereka yang pulang dari mencari rumput di ladang sekitar Pantai Modangan.

Sebenarnya masih ada satu jalan lain yang dapat dilintasi penduduk setempat.

Tapi harus memutar melewati paralayang Pantai Modangan yang jauhnya dua kali lipat.

“Retakan di jalan itu sebenarnya sudah terlihat sejak tiga hari lalu,” ujar Samsuri, 50, salah satu petani sekitar yang melintas.

Artinya, retakan di JLS itu sudah muncul sejak hari Minggu.

Namun saat itu kondisinya belum parah dan masih bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Namun, hujan terus menerus sejak Selasa sore hingga Rabu dini mengakibatkan retakan di JLS.

Kata Samsuri, saat berangkat mencari rumput pada pukul 03.00 kemarin (11/12), kondisi Kelok 9 sudah tidak bisa dilalui mobil.

Setelah dirinya kembali dari sawah pada sore hari, retakan itu sudah berubah menjadi longsoran.

Tidak hanya di Kelok 9, retakan dan longsoran serupa juga terjadi di tiga titik lain.

Posisinya tidak terlalu jauh dari Kelok 9.

Perkiraan jarak masing-masing titik retak dan longsor antara 200 hingga 300 meter.

”Padahal jalan ini masih baru. Rasanya baru lima bulan lalu bisa dilintasi warga,” lanjut Samsuri.

Menurut Samsuri retakan retakan kecil hingga sedang juga banyak ditemukan di jalan bagian bawah.

Retakannya hampir merata di beberapa titik hingga Pantai Modangan.

Karena kondisi Kelok 9 pun bertambah parah, Polsek Donomulyo, BPBD, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang melakukan sejumlah penjagaan.

Di antaranya dengan memasang garis polisi, sand bag, dan menutup jalan dengan terpal biru.

Namun upaya itu hanya respons darurat saja.

Pihak DPUBM Kabupaten Malang sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Perencana dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN).

Sebab JLS merupakan jalan nasional yang dikelola oleh P2JN dan perlu dilakukan analisis tingkat kerusakan jalan untuk penanganannya.

”Info terakhir mereka sedang berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk melakukan asesmen itu,” pungkas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Blitar #longsor #malang #JLS