SURABAYA – Debit air sungai Kalimas meluap dan menggenangi ribuan rumah di Surabaya dan Gresik, kemarin (25/2).
Berdasarkan data BPBD Jatim ribuan rumah itu tersebar di Driyorejo, Bambe, Cangkir, dan Balongpanggang.
Juga di Karangpilang, Surabaya.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, sudah ada tim yang diterjunkan di lokasi bencana dan kirim logistik.
”Dapur umum di sana sudah dibuka untuk membantu masyarakat,” ujar Gatot.
Dari pantauan kemarin, puluhan rumah di Gang Gelatik II, RT 04/RW 02, Kelurahan Karangpilang, Kecamatan Karangpilang, terendam banjir.
Debit air mulai naik sejak dini hari dan hingga sore hari ketinggian air mencapai 75 sentimeter.
Total 30 keluarga dengan total 127 jiwa terdampak banjir itu.
Camat Karangpilang Ipong Wisnu mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan bantuan logistik dan lokasi evakuasi di Panti Asuhan Muhammadiyah yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi.
”Tempat ini bisa menampung hingga 300 orang.
Lengkap dengan logistik, selimut, dan tempat tidur,” kata Ipong.
Di Gresik, puluhan rumah di enam desa terdampak luapan air dari Kalimas.
Air mulai meluber sekitar pukul 07.00.
Namun, di siang hari debit mulai surut semenjak pintu air Gunungsari dibuka.
Kepala Operasi Jasa Tirta Teguh Bayu Aji mengakui bahwa naiknya debit Kalimas tidak lepas dari hujan pada Senin (24/2) malam di wilayah hulu.
Sehingga terjadi luberan di sekitar aliran air.
Namun, saat debit kali penuh pihaknya langsung membuka pintu air di Gunungsari pada debit 176 m3/detik.
”Di hulu dari Kali Brantas sudah ditutup juga pintunya.
Sehingga perlahan debit menurun,” ujar Teguh. (ana/ ata/son/hen/jun/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana