SIDOARJO - Banjir kembali melanda Waru dan Taman kemarin.
Total ada sekitar 500 rumah di tujuh desa yang tergenang.
Salah satu yang parah di Jalan Joyoboyo, Desa Medaeng ,Kecamatan Waru.
Jalan sepanjang 500 meter itu tergenang.
Bahkan banyak motor yang mogok kemarin (17/3).
Sejumlah rumah juga banjir terdampak luapan Sungai Sinir.
”Ini dua kalinya dalam dua bulan,” kata Anton, warga sekitar.
Menurutnya, air mulai masuk ke jalanan selepas hujan lebat pada Minggu (16/3) sore hingga malam.
”Tingginya sampai 40 sentimeter,” imbuh dia.
Di Jalan Kolonel Sugiono, Desa Kureksari, juga banjir.
Warga terpaksa menutup jalan akses dari Desa Kureksari ke Desa Ngingas.
”Kami tutup jalannya, hanya motor yang bisa lewat, mobil tidak bisa,” ujar Dicky, salah satu warga.
Menurutnya, banjir di Kureksari akibat luapan dari Sungai Sinir dan juga Sungai Buntung.
”Di sini dilewati simpangan sungai yang meluap semua,” imbuhnya.
Kepala Badan Penanggu langan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Mustain Baladan mengatakan, tim reaksi cepat langsung ke lokasi mengecek dan mendata sejumlah wilayah terdampak.
Dirinya menyebut, banjir dengan volume paling tinggi ada di Desa Ngelom dan Kedungturi, Taman.
Ketinggian banjir mencapai 60 sentimeter di sejumlah titik.
”Setengah meter lebih ting ginya. Banyak warga yang masih bertahan, kami akan bantu kalau butuh evakuasi,” katanya.
Total ada tujuh desa di dua kecamatan yang mengalami banjir.
”Setidaknya ada 500 rumah lebih terdampak baik di Waru dan Taman,” katanya.
BPBD Sidoarjo sudah berkoordinasi dengan Pemdes setempat dan dinas terkait untuk mengurangi volume banjir. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho