KARANGPLOSO - Warga di sekitar perkebunan tebu di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso dibuat geger pagi kemarin (19/5). Hal itu lantaran adanya penemuan jenazah pria paruh baya di pinggir kebun yang membawa jeruk dalam jumlah banyak di tasnya.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Malang, penemuan pria tersebut terjadi sekitar pukul 07.30. Seorang warga menemukan sesosok pria berkaus biru dan celana jin. Saat itu, dia menyangka pria tersebut sedang tertidur pulas. Posisinya telentang dengan sisa-sisa jeruk yang habis dikupas di genggamannya. Tak hanya itu, sejumlah jeruk terlihat dia bawa di dalam tas punggung hitam di sampingnya.
Warga yang tak mengenal pria itu lantas melaporkannya ke perangkat desa. Apalagi pria itu tak bergerak. Khawatir terjadi apa-apa, dia melaporkan ke perangkat desa setempat. Mendapat laporan itu, perangkat lalu menghubungi Polsek Karangploso. “Petugas langsung datang ke lokasi,” ujar Kapolsek Karangploso AKP Sumantri Wibisono.
Saat diindentifikasi, ternyata pria tersebut sudah tak bernyawa. Polisi kemudian menemukan identitas dengan nama Sugiantoro. Dia diketahui sebagai pensiunan PNS dengan usia 58 tahun. pria itu merupakan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru. “Tapi dalam beberapa tahun terakhir sudah menetap di Kepuharjo, tidak jauh dari lokasi kejadian,” beber Sumantri.
Dalam penelusuran polisi, diketahui bahwa korban sudah keluar rumah sejak malam sebelumnya (18/5). Sugiantoro berpamitan hendak jalan-jalan. Hal itu memang bisa dia lakukan sejak menjadi pensiunan. Namun korban tak kunjung pulang. Padahal malam semakin larut. Keluarga panik dan mencoba mencarinya, namun tak ketemu. Hingga akhirnya Sugiantoro ditemukan sudah meninggal pagi harinya.
Usai ditemukan, korban langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RS Hasta Brata, Batu untuk menjalankan visum et repertum (VER). “Diperkirakan antara jarak ditemukan meninggal dengan perginya (korban, Red) adalah 12 jam,” imbuh Sumantri.
Lalu apa yang jadi penyebab meninggalnya korban? Sumantri menjelaskan korban diduga korban meninggal karena serangan jantung. Apalagi mantan Kapolsek Wonokromo, Polrestabes Surabaya itu menyebut dari hasil visum, tidak ditemukan luka-luka yang menunjukkan adanya tindak pidana. “Dari keluarga mengatakan bahwa korban sudah lama punya riwayat penyakit jantung,” beber Sumantri.
Soal jeruk yang dibawa korban, ada kemungkinan yang bersangkutan sempat membeli jeruk tersebut dan sedang mengupasnya saat istirahat. Sebelum akhirnya terkena serangan jantung mendadak. (biy)
Editor : A. Nugroho