Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Menit Puting Beliung, 157 Rumah di Desa Sumbersekar Kecamatan Dau Rusak

Mahmudan • Selasa, 4 November 2025 | 18:49 WIB
FOTO: BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN
FOTO: BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN

DAU- Ratusan rumah di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau porak-poranda akibat dilibas angin puting beliung. Hingga kemarin (3/11) pukul 14.30, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 157 rusak.

Selain ratusan rumah rusak, dua orang mengalami luka-luka. Bencana angin puting beliung yang melanda pada Minggu lalu (2/11) berlangsung kurang dari 10 menit.

”Cuma sekitar 5 menit saja, mengarah dari Semanding lalu berakhir di dekat Hotel Sinergi. Itu saja sudah banyak rumah yang rusak,” ujar Kaur Umum Desa Sumbersekar Amin Anjilin setelah menerima kunjungan Bupati Malang H M. Sanusi kemarin.

Sanusi datang ke Dusun Semanding, Desa Sumbersekar untuk memberikan bantuan berupa sembako dan selimut. Banyaknya bantuan per paket disesuaikan jumlah rumah terdampak. "Untuk kerugian masih dihitung oleh BPBD," kata dia.

Pihaknya juga mengupayakan agar bantuan datang lebih banyak. "Kami usulkan ke DPRD Kabupaten Malang agar bisa digunakan Belanja Tidak Tetap (BTT), supaya bisa meringankan beban mereka (korban bencana)," ujar Sanusi.

Seperti diberitakan, angin puting beliung melanda sekitar pukul 15.00. Bencana menyasar dua dusun di Desa Sumbersekar, yakni Dusun Semanding dan Krajan. Mulanya, awan hitam menyelimuti langit Desa Sumbersekar.

Muhammad Bashori, 46, warga RT 1 RW 2 Dusun Krajan menceritakan, pada saat kejadian, dia sedang berada di rumah bersama istri dan kedua anaknya. Dia melihat awan mendung membentuk pusaran angin dari arah dusun Semanding yang ada di timur kediamannya.

“Kemudian semakin besar, saya masuk ke rumah untuk berlindung. Selama angin itu lewat di atas rumah dan terasa bergetar,” kata dia.

Lebih kurang 10 menit, getaran menghilang. Dia pun melihat keadaan rumahnya. Seketika Bashori menatap atap rumahnya yang hilang, berikut juga kanopi di depan dan samping rumahnya. Bersamaan dengan beberapa rumah lainnya yang rusak di atap. “Kalau saya perkiraan kerugian sampai Rp 20 juta,” ujar Bashori.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, pendataan rumah rusak masih berlanjut. Selain, fasilitas umum (fasum) yang rusak berupa pos kamling dan Masjid Al Khoirot di Semanding.

Sadono menambahkan, di Semanding juga terdapat korban luka, yaitu Sunarti, 47, dan Ahmad A, 51. “Keduanya kejatuhan material saat kejadian berlangsung. Sudah mendapat perawatan medis,” kata dia.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Fasum #btt #korban bencana #BPBD