MALANG — Kerusakan lingkungan dan bencana alam sering kali terjadi akibat perbuatan manusia sendiri yang tidak menyadari hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan serta memicu terjadinya bencana. Program pemerintah Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan mulai dilaksanakan pada 25 Januari menjadi salah satu langkah perubahan yang dapat dilakukan.
Memulai dari lingkup sekolah dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Lingkup tersebut dapat menjadi lebih luas ketika informasi tersebar dan dipraktikkan secara langsung. Penyebaran informasi mengenai kepedulian lingkungan dapat membawa dampak yang baik bagi bumi sehingga mampu meminimalisasi terjadinya bencana akibat kerusakan alam. Berikut tata cara merawat lingkungan untuk meminimalisasi terjadinya bencana.
Baca Juga: Cegah Bencana Banjir, Mahasiswa UM Ciptakan Inovasi Alat Monitor DAM
Mengelola Sampah dengan Benar
Selalu membuang sampah pada tempatnya menjadi poin paling penting, termasuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Untuk menghindari dampak negatif, masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun laut, serta menghindari pembakaran sampah karena dapat melepaskan zat berbahaya ke atmosfer.
Dalam pengelolaan sampah, dampak lingkungan juga perlu diperhatikan. Sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan sampah non-organik dapat diolah menjadi berbagai macam kerajinan yang bisa dijadikan pajangan di rumah.
Selain itu, penggunaan plastik yang berlebihan perlu dikurangi guna meminimalisasi jumlah sampah plastik. Mengganti plastik dengan produk ramah lingkungan dapat mencegah penumpukan sampah dan mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Melestarikan Lingkungan
Menyisakan lahan kosong untuk menanam pohon merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Meskipun hanya sedikit lahan yang ditanami pohon, hal tersebut dapat memberikan manfaat besar, seperti menyediakan area resapan air dan mencegah terjadinya banjir. Sedikit pohon yang ditanam dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan alam.
Sebaliknya, penanaman pohon yang diabaikan atau pengalihan seluruh lahan menjadi perkebunan tanpa menyediakan area resapan air dapat memengaruhi kelestarian lingkungan. Area yang tidak memiliki resapan air berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir.
Merawat lingkungan dan alam sama artinya dengan menyelamatkan diri dari bencana yang dipicu oleh kerusakan lingkungan. Banyaknya sampah serta minimnya area resapan air akibat kurangnya pohon menjadi faktor utama terjadinya bencana. Kesadaran untuk merawat lingkungan demi keberlangsungan alam merupakan langkah penting untuk menghindari berbagai bencana yang mungkin terjadi.
Baca Juga: DHL Kabupaten Malang Siapkan TPS hingga Imbau Masyarakat Bijak Buang Sampah
Penulis: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian