RADAR MALANG – Brasil dan Maroko berhasil mengamankan tiket menuju babak 32 besar setelah menang di pertandingan pamungkas Grup C. Keduanya mencatatkan rekor unbeaten sejak dua laga fase grup sebelumnya Piala Dunia 2026.
Tujuh poin berhasil diraih Brasil dan Maroko usai meraih dua kemenangan dan satu kali imbang selama fase grup. Mereka pun mengunci tiket ke babak selanjutnya dengan finis di posisi pertama dan kedua.
Brace Vini untuk Brasil, Amankan Peringkat Pertama
Selecao menang meyakinkan dengan mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang Skotlandia dalam laga ketiga di Stadion Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6) dini hari WIB. Dalam kemenangan itu, Vinicius Junior berkontribusi dengan mencetakkan brace di menit ke-7 dan 45+3. Di menit ke-22, Vini sebenarnya berhasil mencetak gol kedua, tetapi digagalkan VAR lantaran terindikasi melanggar bek Skotlandia sebelum eksekusi ke gawang. Penampilan sang juara Piala Dunia lima kali itu semakin gemilang berkat gol Matheus Cunha usai turun minum di menit ke-60.
Pertandingan tersebut berhasil dikuasai Brasil sejak babak pertama. Meski Skotlandia terus berupaya meningkatkan serangan, lini pertahanan Selecao masih terlalu tangguh untuk menahan tekanan.
Baca Juga: Kantor Polisi Jadi Tempat Nobar Piala Dunia, Ini Fasilitas yang Disiapkan Polres Malang
Dengan demikian, Brasil mengumpulkan tujuh poin dengan total tujuh gol tercetak. Satu gol ketika bermain imbang dengan Maroko, tiga gol dari kemenangan atas Haiti, dan tiga gol dalam laga kontra Skotlandia menjadi rincian perolehan Brasil di fase grup. Hasil itu membawa tim asuhan Ancelotti itu menyegel posisi puncak.
Comeback dan Menggila, Maroko Finis Posisi Kedua
Di pertandingan lain, Maroko berhasil menjadi wakil Grup C yang menemani Brasil lolos ke babak 32 besar usai mengalahkan Haiti 4-2 di Stadion Atlanta. Kemenangan itu diraih Atlas Lions setelah berhasil bangkit mengejar ketertinggalan dua gol dari Haiti yang tampil gigih.
Baca Juga: Setelah Absen Dua Laga, Neymar Siap Jalani Debut di Piala Dunia 2026
Di awal laga, Haiti bermain lebih unggul dari Maroko. Dua gol yang berasal dari gol bunuh diri kiper Yassine Bounou di menit ke-10 dan Wilson Isidor di menit ke-43 akhirnya membangunkan Atlas Lions. Tim asuhan Mohamed Ouahbi itu sempat mengejar keunggulan Haiti yang pertama lewat gol Achraf Hakimi di menit ke-39. Kembali kebobolan di menit ke-43 memaksa Maroko membalas dengan gol Ismael Saibari tiga menit setelahnya.
Maroko kemudian berhasil memastikan keunggulan di babak kedua lewat dua gol yang tercipta dari kaki Soufiane Rahimi di menit ke-78 dan Gessime Yassine di menit ke-89.
Dari kemenangan itu, Maroko finis sebagai runner-up Grup C dengan tujuh poin dan enam perolehan gol. Mereka akan menghadapi juara Grup F pada 29 Juni mendatang.
Baca Juga: Respect! FIFA Hilangkan Sponsor Alkohol untuk MVP Muslim di Piala Dunia 2026
Nasib Skotlandia dan Haiti
Atas kekalahan di laga pamungkas fase grup, nasib Skotlandia masih menggantung. Dua kekalahan dan satu kemenangan yang diperoleh selama fase grup membuat Skotlandia harus puas ada di posisi ketiga. Mereka masih harus menunggu hasil laga grup lainnya demi mengamankan tiket 32 besar via peringkat ketiga terbaik.
Sementara itu, Haiti harus pulang dengan nol poin di tangan dan finis di posisi terbawah klasemen. Hasil itu mengharuskan Haiti menghentikan langkahnya di turnamen ini.
Editor : Aditya Novrian