Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jeda Minum atau Jeda Iklan? Hydration Break Piala Dunia 2026 Tuai Banyak Sorotan

Parahita Ade Kumala • Kamis, 25 Juni 2026 | 23:00 WIB
Hydration Break World Cup 2026 (X/fifamedia)
Hydration Break World Cup 2026 (X/fifamedia)

MALANG, RADAR MALANG – Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak aturan baru. Salah satu yang paling banyak menuai perdebatan adalah penerapan hydration break atau jeda minum yang kini diberlakukan secara permanen di setiap pertandingan.

Berbeda dengan edisi sebelumnya yang hanya diterapkan saat cuaca ekstrem, FIFA kini mewajibkan wasit menghentikan pertandingan selama tiga menit pada pertengahan setiap babak. Alasan utamanya adalah menjaga kondisi fisik pemain yang harus bertanding di cuaca panas wilayah Amerika Utara.

Namun, kebijakan tersebut justru memunculkan perdebatan di kalangan pemain, pelatih, hingga suporter. Banyak yang menilai Piala Dunia 2026 terasa seperti laga pramusim karena ritme pertandingan harus terhenti dua kali dalam satu laga.

Baca Juga: HBA Kota Malang Jaga Performa Atlet dengan Ikut Kejuaraan

Di sisi lain, jeda tersebut ternyata juga membuka ruang komersial yang sangat besar. Sekitar 20 detik setelah pertandingan dihentikan, tayangan iklan dapat ditampilkan melalui siaran televisi maupun layar stadion sebelum laga kembali dimulai.

Jika dihitung, setiap pertandingan memiliki sekitar empat menit waktu iklan tambahan. Sepanjang turnamen, durasi tersebut dapat menghasilkan ribuan slot iklan bernilai tinggi. Beberapa laporan media internasional menyebut harga iklan 30 detik selama Piala Dunia dapat mencapai ratusan ribu dolar Amerika.

Kondisi ini membuat sebagian penggemar mempertanyakan apakah hydration break benar-benar murni demi kesehatan pemain atau juga menjadi peluang bisnis baru.

Meski demikian, tidak semua pihak menolak aturan tersebut. Beberapa pemain mengakui cuaca panas di Amerika Serikat cukup menguras tenaga. Gelandang Inggris Declan Rice bahkan sempat menjadi sorotan karena wajahnya terbakar matahari saat sesi foto tim di Florida.

Kapten Belanda Virgil van Dijk juga menilai jeda minum bisa membantu pemain, meski menurutnya aturan tersebut sebaiknya diterapkan hanya pada pertandingan dengan cuaca ekstrem.

Di tengah pro dan kontra yang terus berkembang, hydration break menjadi salah satu perubahan paling kontroversial di Piala Dunia 2026. Bagi sebagian orang, aturan ini melindungi pemain. Namun bagi yang lain, jeda tersebut dianggap mengubah wajah sepak bola modern menjadi semakin dekat dengan kepentingan komersial.

Baca Juga: Pemain MilkLife Soccer Challenge All-Stars  Asal Malang Tempuh Perjalanan 2 Jam setiap Latihan

Editor : Aditya Novrian
#hydration break #iklan #piala dunia 2022 #FIFA #fifa club world cup