MALANG, RADAR MALANG – Inggris mengusung target tiga poin saat menghadapi Panama pada laga terakhir Grup L Piala Dunia 2026. Kemenangan akan membuka peluang besar bagi The Three Lions untuk memastikan langkah ke babak 16 besar sekaligus menjaga peluang finis sebagai juara grup.
Berdasarkan klasemen sementara FIFA, Inggris memimpin Grup L dengan empat poin dari dua pertandingan, unggul selisih gol atas Ghana yang juga mengoleksi empat poin. Sementara itu, Kroasia berada di posisi ketiga dengan tiga poin dan Panama menjadi juru kunci tanpa poin setelah menelan dua kekalahan.
Inggris Datang dengan Modal Positif
Inggris memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi setelah belum terkalahkan dalam dua laga awal. Tim asuhan Thomas Tuchel telah mengoleksi empat gol dan baru kebobolan dua kali, menjadikan mereka sebagai tim paling produktif di Grup L sejauh ini.
Selain hasil yang cukup meyakinkan, statistik permainan Inggris juga menunjukkan dominasi. Dari dua pertandingan, The Three Lions telah melepaskan 41 tembakan dengan 14 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Inggris juga mencatatkan 1.134 operan dengan tingkat akurasi yang tinggi, yakni 1.026 operan sukses.
Penguasaan permainan juga terlihat dari kemampuan mereka membangun serangan. Inggris menghasilkan 325 upaya menembus lini pertahanan lawan dan berhasil mengeksekusi 221 di antaranya. Catatan tersebut menunjukkan efektivitas permainan mereka dalam membongkar pertahanan lawan.
Di lini pertahanan, Inggris juga tampil cukup solid dengan mencatat satu clean sheet dalam dua pertandingan. Keseimbangan antara lini belakang dan depan menjadi modal penting menghadapi Panama yang masih kesulitan mencetak gol.
Harry Kane Jadi Andalan Lini Depan
Kapten tim Harry Kane masih menjadi tumpuan utama Inggris di sektor penyerangan. Penyerang Bayern Munchen itu telah mencetak dua gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Inggris di turnamen ini. Tak hanya tajam, Kane juga menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak, yakni 10 percobaan, serta aktif membantu pertahanan dengan catatan tekanan defensif tertinggi di dalam skuad.
Baca Juga: Akhir Persaingan Grup I!Prancis di Puncak, Norwegia Pastikan Tiket 32 Besar
Di belakang Kane, kreativitas lini tengah tetap menjadi kekuatan Inggris. Declan Rice memimpin daftar assist tim sekaligus menjadi pemain dengan jumlah umpan silang terbanyak. Jude Bellingham juga menunjukkan kontribusi besar melalui intensitas lari dan sprint yang tinggi, sedangkan Ezri Konsa menjadi pemain dengan distribusi bola terbanyak dari lini belakang.
Kombinasi pemain senior dan muda tersebut membuat Inggris tetap menjadi salah satu kandidat kuat melaju jauh di Piala Dunia 2026.
Panama Berusaha Hindari Pulang Tanpa Poin
Di sisi lain, Panama menghadapi laga ini dengan tekanan besar. Dua kekalahan beruntun membuat mereka berada di dasar klasemen Grup L tanpa poin dan belum mampu mencetak satu gol pun.
Statistik FIFA menunjukkan Panama baru menghasilkan 19 tembakan dengan hanya lima yang tepat sasaran selama dua pertandingan. Produktivitas serangan menjadi persoalan utama yang harus segera diperbaiki apabila ingin memberikan perlawanan kepada Inggris.
Baca Juga: Irak Jadi Bulan-Bulanan, Senegal Tutup Fase Grup dengan Hasil Kemenangan Telak 5-0
Meski demikian, Panama tetap memiliki catatan positif dalam membangun permainan. Mereka telah membukukan 953 operan dengan 808 di antaranya berhasil mencapai sasaran. Tim asal Amerika Tengah itu juga cukup agresif dalam melakukan tekanan kepada lawan dengan 470 aksi tekanan bertahan, lebih banyak dibanding Inggris yang mencatatkan 367 tekanan. Panama diperkirakan akan bermain lebih disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mencari peluang mencuri gol pertama mereka di turnamen ini.
Bagi Inggris, kemenangan atas Panama akan membawa mereka semakin dekat ke babak 16 besar dan menjaga peluang menjadi pemuncak Grup L. Sebaliknya, Panama membutuhkan hasil positif untuk menjaga harapan tetap hidup sekaligus menghindari tersingkir tanpa memperoleh poin di Piala Dunia 2026.
Editor : Aditya Novrian