Di Balik Duel Pamungkas Argentina vs Spanyol, Guru dan Murid Kembali Berjumpa

Fasya Mumtahanah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 00:00 WIB
MENGAWASI PERTANDINGAN: Luis de la Fuente ketika Spanyol Menghadapi Tanjung Verde di Fase Grup Piala Dunia 2026 (Sumber: FIFA).
MENGAWASI PERTANDINGAN: Luis de la Fuente ketika Spanyol Menghadapi Tanjung Verde di Fase Grup Piala Dunia 2026 (Sumber: FIFA).

RADAR MALANG – Partai final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Argentina dengan Spanyol untuk memperebutkan gelar juara di Stadion New York Jersey, Senin (20/7) nanti. Namun, di balik duel yang digadang-gadang akan berlangsung sengit antara dua kesebelasan, terdapat reuni antara dua sosok pengatur strategi.

Siapa yang menyangka sembilan tahun lalu seorang mentor akademi kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) Las Rozas akan kembali berjumpa dengan sang mantan muridnya di panggung Piala Dunia. Kali ini, tak lagi sebagai guru dan murid, tetapi sebagai dua pelatih tim besar yang tengah memperebutkan satu gelar juara dunia.

Di tahun 2017, Lionel Scaloni mengikuti kursus lisensi UEFA Pro di Spanyol, dua tahun usai gantung sepatu. Luis de la Fuente menjadi salah satu instruktur di program itu. Ketika itu, nama Scaloni masih belum sebesar sekarang. Ia baru memulai karir kepelatihannya dengan menjadi asisten pelatih di klub Sevilla musim 2016-2017.

Baca Juga: Prancis vs Inggris: Les Bleus dan Three Lions Berebut Posisi Ketiga Piala Dunia 2026

Adu Strategi Pelatih Dua Jawara

Sembilan tahun berlalu, keduanya kini telah membuktikan diri sebagai pelatih kelas dunia. De la Fuente berhasil mengantarkan Spanyol mengangkat trofi Euro 2024, sementara Scaloni berhasil membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 lalu.

Laga final nanti disebut-sebut menjadi ajang adu strategi dua tim yang sama kuat di turnamen ini. Tim Matador memiliki catatan rangkaian kemenangan yang tidak bisa ditandingi siapa pun dengan hanya kebobolan satu gol sejak fase grup. Kemenangan mereka atas Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) di semifinal menegaskan sesuatu yang hanya dimiliki anak asuh De la Fuente, yaitu organisasi pertahanan yang solid dan rapi.

Di sisi seberang, Argentina menjadi skuad yang selalu konsisten sebagai tim tak pernah mengalami kekalahan sejak laga di fase grup. Meski harus berjuang keras sejak melawan Mesir di babak 16 besar, kemenangan yang akhirnya diraih Tim Tango hingga mencapai final membuktikan mental juara yang sekuat baja.

Baca Juga: Perebutan Sepatu Emas dan Bayang-Bayang Kutukan untuk Messi

Di pertandingan pamungkas Piala Dunia 2026 nanti, dua tim akan bertarung memperebutkan gelar tertinggi sepakbola dunia. Baik De la Fuente maupun Scaloni memiliki tujuan yang sama meskipun dengan misi berbeda. Keduanya akan beradu strategi untuk membawa pulang piala emas, dengan Spanyol yang merindukan gelar juara usai 16 tahun penantian dan Argentina yang ingin mengejar juara beruntun sejak edisi 2022.

Siapakah yang akan membuktikan dirinya dan membawa negara masing-masing menjuarai Piala Dunia 2026?

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
pildun 2026 piala dunia 2026 Argentina Pelatih spanyol