RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan usulannya yang ingin memangkas gaji pejabat, terutama para menteri anggota kabinet serta anggota DPR. Usulan tersebut lantas mendapatkan dukungan dari sejumlah Fraksi Partai Politik DPR RI.
Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, Muhammad Sarmuji, menyatakan kesediaannya untuk pemotongan gaji. Menurutnya, hal ini merupakan langkah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi yang ada dan beradaptasi.
"Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan," ujar Sarmuji, dikutip dari Antara News.
Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan komitmennya untuk mengikuti petunjuk dari Presiden. Ia percaya bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama negara.
"Jadi apa yang diusul Bapak Presiden saya kira sudah sangat lengkap, komprehensif, dan kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan," kata Eddy.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Presiden dalam mencari jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di tengah tantangan global saat ini.
"Apalagi yang terkait gaji, harus didiskusikan dengan sangat matang. Karena apabila tidak dikaji secara matang, efisiensi di pos gaji berpotensi memunculkan efek turunan," ungkap Sahroni.
Baca Juga: Prabowo Janji 3 Bulan Kedepan RUU PPRT Bakal Disahkan
Wacana pemotongan gaji pejabat disampaikan Presiden Prabowo sebagai salah satu langkah mitigasi Indonesia untuk menekan pengeluaran negara di tengah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Usulan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana, pada Jumat (13/3). Dalam rapat tersebut, Prabowo menyinggung berbagai langkap penghematan yang dilakukan sejumlah negara, salah satunya Pakistan.
Pemerintah Pakistan diketahui menerapkan kebijakan pengurangan gaji untuk pejabat tinggi sebagai langkah kritis. Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan.
Editor : Aditya Novrian