Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PT HM Sampoerna Ajak Stakeholder di Malang Atasi Risiko Air-Lingkungan

Galih R Prasetyo • Sabtu, 25 April 2026 | 12:41 WIB
KONSISTEN BERKOLABORASI: PT HM Sampoerna bersama beberapa stakeholder di Kota Malang melaksanakan diskusi bertajuk Stakeholder Meeting Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026 di Hotel Alana Kota Malang, Kamis lalu (23/4).
KONSISTEN BERKOLABORASI: PT HM Sampoerna bersama beberapa stakeholder di Kota Malang melaksanakan diskusi bertajuk Stakeholder Meeting Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026 di Hotel Alana Kota Malang, Kamis lalu (23/4).

MALANG KOTA-PT HM Sampoerna Tbk menggelar Stakeholder Meeting Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026. Acara itu bertujuan menjaga keberlangsungan lingkungan dan tata kelola air. Tahun ini merupakan penyelenggaraan AWS ketiga. Acara  yang berlangsung di Hotel Alana Kota Malang itu dihadiri berbagai stakeholder pada Kamis (23/04).

Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang Tri Santoso menegaskan, pendekatan pengelolaan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari pengendalian risiko yang lebih luas. ”AWS merupakan komitmen untuk mengendalikan risiko di lingkungan hidup dan kesehatan,” ujarnya.

CARI SOLUSI BERSAMA: Peserta Stakeholder Meeting Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026 menguatkan komitmen dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan tata kelola air.
CARI SOLUSI BERSAMA: Peserta Stakeholder Meeting Alliance for Water Stewardship (AWS) 2026 menguatkan komitmen dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan tata kelola air.

Dia menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan utama. Menurutnya, permasalahan sampah tidak berhenti pada tahap pengangkutan dari rumah tangga. ”Mindset masyarakat harus diubah untuk melakukan pengolahan untuk mengurangi sampah di TPA,” kata Tri.

Manager Manufacturing Sustainability PT HM Sampoerna Tbk Sulung Prasetyo mengatakan, kegiatan Stakeholder Forum AWS Malang sudah diinisiasi sejak 2024. Program tersebut digencarkan untuk mengajak berbagai kalangan menjaga tata kelola air yang berkelanjutan.

Baca Juga: PT HM Sampoerna Kembali Ajak Stakeholder Atasi Risiko Air di DAS Bango

”Program tata Kelola air dapat dimulai dengan hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penerapannya yaitu dengan melakukan penggunaan air secara bijak dan mengetahui peruntukannya,” jelasnya.

Menurutnya, sejak 2024 berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebagai rangkaian dari sertifikasi AWS. Mulai  dari Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih, Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen, dan Pengembangan Sumur Injeksi. ”Kami juga perlu mendapatkan masukan dari para stakeholder untuk mengurangi risiko di sekitar pabrik dan di wilayah hulu DAS Bango,” paparnya.

Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan dan Pemanfaatan Tahura Raden Soerjo Daryanto menyampaikan, salah satu tantangan utama di wilayah hulu DAS Bango adalah lahan kritis. ”Banyak faktor penyebab yaitu faktor alam dan kelalaian manusia, seperti pembukaan lahan dan perburuan liar yang membakar hutan,” ungkapnya.

Baca Juga: PT HM Sampoerna Tbk Plant Malang Serahkan 10 Sumur Injeksi untuk Peningkatan Kesadaran Konservasi Air di Kelurahan Purwantoro Malang

Selain itu, kondisi lahan kritis di lereng Gunung Welirang juga jadi perhatian. Upaya rehabilitasi melalui penanaman pohon dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memulihkan fungsi ekosistem.

Dalam forum tersebut, para peserta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat dalam mengelola sumber daya air dan lingkungan secara berkelanjutan. Stakeholder Forum and Sharing Session merupakan rangkaian kegiatan sertifikasi standar Alliance for Water Stewardship (AWS). (gp)

Editor : A. Nugroho
#PT-HM #sampoerna #aws #Tbk