JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri hingga kepala lembaga ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5) sore.
Para menteri yang hadir antara lain adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi Rosan Roeslani hingga Menteri Energi.
Baca Juga: Prabowo Tambah Alutsista TNI, Komisi I DPR: Langkah Penting di Tengah Kondisi Geopolitik Global
Hadir pula Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Sebelum rapat, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rapat tersebut untuk membahas sektor energi dan pengelolaan sumber daya alam, termasuk terkait PLTS 100 gigawatt.
“Kalau saya seputar energi ya dan pengelolaan sumber daya sumber daya alam. Salah satu di antaranya juga ada terkait dengan PLTS 100 gigawatt,” ujar Bahlil.
Baca Juga: Prabowo Janjikan Kenaikan Gaji Panitera hingga Staf TU Pengadilan
Sementara itu, usai pertemuan, Purbaya menegaskan bahwa rapat tersebut tidak secara khusus membahas persoalan rupiah. Menurutnya, pembahasan hanya seputar kondisi ekonomi nasional yang dinilai baik dan anggaran negara saat ini yang masih dalam kondisi baik.
“Tidak, tidak soal rupiah. Soal rupiah cuma ditanya gimana kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus, enggak ada masalah. Kondisi bagus tinggal nanti sosial sosialisasi lebih bagus ke pasar ke investor itu aja,” jelas Purbaya.
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai langkah yang akan diambilnya untuk mengatasi penurunan nilai Rupiah, Purbaya menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan intervensi di pasar obligasi sebesar Rp2 triliun setiap harinya.
Dana yang dialokasi untuk pasar obligasi tersebut, kata dia, bersumber dari pengelolaan kas pemerintah. Ia juga menilai Rupiah diperkirakan akan kembali menguat dalam waktu dekat.
Usai pertemuan, Perry Warjiyo juga ditanyai mengenai kondisi Rupiah yang dianggapnya stabil. Namun, ia enggan berbicara lebih lanjut mengenai rapat yang telah dilakukan dengan Prabowo.
Editor : Aditya Novrian