Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Alice Gourdeau, Anak Blasteran Inggris-Indonesia yang Mahir Nyinden

Kholid Amrullah • Jumat, 3 Maret 2023 | 00:00 WIB
CINTA SENI: Alice Gourdeau, Anak blasteran Inggris-Indonesia saat ikut lomba nyinden. (foto: radar batu)
CINTA SENI: Alice Gourdeau, Anak blasteran Inggris-Indonesia saat ikut lomba nyinden. (foto: radar batu)
BATU KOTA - Seni tradisional kini makin ditinggalkan oleh anak-anak zaman now. Namun di tengah langkanya anak Indonesia yang belajar sinden, justru ada Alice Gourdeau bocah blasteran Inggris-Indonesia yang serius belajar sinden. Seperti apa perjuangannya?

Ada yang unik dalam Kontes Sinden Idola se-Malang Raya  di Padepokan Griya Sinta Dewa, Jalan Rambutan Nomor 20, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Selasa (28/2).

Pasalnya, ada seorang bocah bernama Alice Gourdeau anak blasteran Inggris-Indonesia yang berusia 5 tahun telah menjadi peserta kompetisi sinden.

Penampilan Alice pun sempat mencuri perhatian juri dan pihak Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.

 

Lina Ramadhan, ibu dari Alice Gourdeau menceritakan, pada usia 3,5 hingga 4 tahun, Alice memang menyukai menari tradisional.

"Nah, mungkin karena Alice sering mendengarkan alunan musik tradisional kemudian tiba-tiba dia ingin belajar sinden hanya karena melihat video dari Youtube," ungkapnya.

|Baca Juga :

Rika Wijayanti, Atlet Paralayang Berprestasi dari Kota Wisata Batu

Keinginan Alice untuk belajar sinden kata Lina akhirnya terwujud dengan mengikuti les kepada Eni Ketang Kusumawati, seorang guru seni sinden di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

"Sebenarnya, Alice baru belajar sinden selama satu bulan. Tapi, dia langsung ingin ikut lomba sinden se-Malang Raya ini," ucap perempuan asal Samarinda yang tinggal di Kota Malang ini. (Bersambung di halaman selanjutnya)



Sebagai informasi, ayah Alice berasal dari Inggris. Kedua orang tuanya pun datang langsung untuk memberikan dukungan kepada Alice.

Selain itu, Eni Ketang Kusumawati, guru sinden Alice mengatakan, setiap hari Alice meluangkan waktu untuk belajar 2-3 jam. Dia mengaku senang dengan semangat Alice saat belajar sinden.

"Memang benar saat ini generasi sinden mulai berkurang. Untuk itu, pentingnya ada regenerasi agar kebudayaan khususnya sinden tetap lestari," bebernya.

 

Eni menjelaskan, selama mengajari Alice, dia justru semakin bersemangat. Karena, ada anak usia 5 tahun yang punya semangat belajar yang tinggi terkait sinden.

"Ya, meskipun cara belajar sinden pada anak-anak itu tidak mudah. Mereka harus mendengarkan ketukan gamelan. Kadang belajar nembang sambil jalan-jalan," terangnya sambil tertawa.

 

Di sisi lain, Kabid Kebudayaan Disparta Kota Batu Sintiche Agustina Pamungkas mengatakan, pada dasarnya baru pertama kali Disparta menggelar Kontes Sinden Idol se-Malang Raya.

Hal ini bertujuan untuk mencari bakat sekaligus menggali potensi kesenian tembang Jawa di kalangan anak-anak, remaja, dan umum.

|Baca Juga :

Dua Relawan Malang Cerita Perjuangan Bantu Korban Gempa Turki

"Awalnya kami hanya menargetkan 25 peserta. Tapi, ternyata antusiasnya luar biasa sampai 30 kontestan.

Yang paling muda yaitu usia 6 tahun dan rentangan umum ada yang sampai 64 tahun," paparnya.

Sintiche juga menyampaikan, kontes seperti sinden ini harapannya dapat membuka peluang dan kesempatan bagi generasi muda di Malang Raya khususnya Kota Wisata Batu.

"Intinya, kami terus mendorong para sinden bertalenta dengan intensif melakukan pelatihan hingga kolaborasi untuk memajukan kebudayaan bangsa Indonesia," tandasnya. (afifah rahmatika/lid). Editor : Kholid Amrullah
#samarinda ##Sinden cilik #Malang Raya ##Sinden Blasteran Inggris