Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jejak Balqis Humairah Aji Khairunnisa yang Meraih Juara Balap Sepeda Popnas XVI

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 4 September 2023 | 23:00 WIB

 

JUARA NASIONAL: Balqis Humairah Aji Khairunnisa menunjukkan penghargaan usai menjuarai balap sepeda Popnas XVI di Palembang, 27 Agustus lalu.
JUARA NASIONAL: Balqis Humairah Aji Khairunnisa menunjukkan penghargaan usai menjuarai balap sepeda Popnas XVI di Palembang, 27 Agustus lalu.

Rutin Telepon Orang Tua untuk Hilangkan Nervous

Terjun ke dunia balap sepeda sejak berusia 7 tahun, Balqis Humairah Aji Khairunnisa kerap menjuarai berbagai perlombaan. Kini, dia sudah mengoleksi 30 medali. Mulai kejuaraan tingkat kota, provinsi, bahkan nasional.

FAJAR ANDRE SETIAWAN

SENYUM Balqis terus mengembang. Atlet balap sepeda berusia 15 tahun itu masih mengenang moment ketika naik podium untuk menerima medali Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI di Palembang. Event tersebut digelar pada 27 Agustus hingga 4 September ini.

Di ajang kejuaraan nasional balap sepeda itu, bukan hanya satu medali yang dia raih. Tapi siswi kelas X SMAN 4 Malang itu meraih tiga medali dalam dua kategori. Yakni satu medali emas dan satu perak untuk kategori road. Kemudian satu lagi medali perak di kelas BMX.

Dari dua medali di kelas road tersebut, Balqis meraih satu emas untuk nomor Team Time Trial (TTT) 600 meter. Sedangkan satu medali perak di nomor Individual Time Trial (ITT) 500 meter. Sementara ini, penghargaan tersebut merupakan pencapaian terbesar Balqis selama menjadi atlet balap sepeda.

Anak sulung dari tiga bersaudara itu terjun ke olahraga balap sepeda sejak masih belia. Tepatnya saat berusia 7 tahun. Balqis tertarik lantaran kerabatnya juga banyak yang menjadi atlet balap sepeda. ”Dua Pakde (paman) dan lima sepupu saya juga atlet balap sepeda,” tutur gadis yang berdomisili di Kelurahan Polowijen, Kota Malang itu.

Motivasi Balqis tak lepas dari prestasi yang diukir kerabatnya. Dari situlah dia mulai ikut sepupunya latihan. Lantaran seringnya ikut latihan, perempuan kelahiran 3 Januari 2008 itu menekuni olahraga balap sepeda.

Baru sekitar setahun berlatih, Balqis langsung mengikuti berbagai kejuaraan. Tentu tak langsung menang. Namun dari kegagalan itulah semangatnya terus terpacu. Hingga pada kejuaraan berikutnya Balqis mulai mendulang medali pertamanya. ”Saat ini ada sekitar 30 medali,” terangnya.

Meski hari-harinya dipenuhi dengan belajar di sekolah dan berlatih sepeda, dia tidak pernah merasakan kejenuhan. Maklum, olahraga balap sepeda sudah diidamkannya sejak kecil. Semua aktivitasnya di dunia balap sepeda dilakukan atas kemauan sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun. ”Saya suka melihat saudara menjadi juara,” katanya.

Balqis sadar, ada risiko yang mengintai, misalnya cedera saat latihan. ”Beruntung selama ini kalau cedera tidak sampai serius. Semua masih bisa diatasi dengan baik,” kata perempuan berambut sebahu itu.

Selain kerja keras, keberhasilannya meraih prestasi juga tidak lepas dari doa orang tua. Setiap akan bertanding, dia selalu menyempatkan waktu untuk menelepon orang tuanya. Sambungan jarak jauh dimanfaatkan untuk meminta doa restu. ”Suara dan doa orang tua seolah menjadi obat penghilang rasa grogi (nervous) yang menyerang sesaat sebelum bertanding,” kata dia.

Selama menjadi atlet, harus pintar membagi waktu. Dia tahu kapan harus belajar, dan kapan berlatih. Setiap hari, dia menjalani latihan dua sesi. ”Latihan pagi sekitar pukul 06.30 sampai selesai. Kemudian sore sekitar pukul 15.00 juga latihan lagi sampai selesai,” ungkapnya.

Padatnya latihan membuat dia beberapa kali terlambat ke sekolah. Pihak sekolah pun menyadari posisi Balqis dan memberi dispensasi. Misalnya ketika latihan, dia diizinkan terlambat datang ke sekolah sekitar pukul 08.30. Sementara teman-temannya yang lain harus sudah berada di sekolah sebelum pukul 07.00.

Ketika latihan sore, Balqis juga kerap mengajukan dispensasi untuk pulang lebih awal. Itu jika latihan yang akan dijalani termasuk berat. “Kan perlu persiapan dan istirahat dulu,” katanya. ”Saya ingin jadi atlet timnas Indonesia,” ucapnya perempuan yang mengharumkan nama Kota Malang di ajang Popnas itu. Balqis yakin cita-citanya kelak akan tercapai. Cita-cita itu rasanya sangat dekat ketika dia tengah di atas sepeda.(*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#balqis humairah aji khairunnisa #balap sepeda