Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Benny Gigih Herawanto, Dari Korban Bully Jadi Inisiator Ekskul Tari

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 25 November 2023 | 21:00 WIB

 

Benny Gigih Herawanto bersama murid-muridnya peserta ekstra tari
Benny Gigih Herawanto bersama murid-muridnya peserta ekstra tari

SEJAK diunggah pada bulan April lalu, video dari Benny Gigih Herawanto sudah ditonton 12 juta kali.

Dalam video itu, dia mengenakan seragam PNS dan menampilkan tari berlatar belakang lagu berjudul flower milik girlband Korea Blackpink.

Benny tidak sendirian.

Dia menari diiringi delapan siswi SD.

Selain beredar di TikTok, videonya juga banyak beredar di Instagram.

Ketertarikan Benny pada seni tari sebenarnya terjadi sejak lama sebelum videonya terkenal.

Tepatnya saat Benny duduk di bangku TK.

Dia tidak tahu alasan pasti mengapa dirinya tertarik dengan bidang kesenian, terutama tari.

Dia hanya ingat, saat TK pernah diajak almarhum neneknya yang bernama Sunarti ke perkumpulan kesenian khusus Kejawen.

Dari sana, lelaki berusia 35 tahun itu mulai melirik bidang kesenian.

Orang tua Benny, yakni Astuti dan Heri juga menawarkan agar dirinya menekuni dunia tari.

Itu karena keduanya melihat potensi dalam diri Benny.

Mereka akhirnya mendaftarkan Benny ke sanggar.

Sejak itu, dia sering menari dari kampung ke kampung.

Salah satu tarian yang pernah dibawakan Benny yakni Jaipong.

Meski orang tua mendukung penuh, ada saja orang-orang yang memandang minat Benny sebelah mata.

Seperti teman-teman laki-lakinya di SD.

”Saya sering diolok-olok karena senang menari, bukan olahraga seperti sepak bola,” kenangnya.

Perundungan yang diterima Benny membuat semangatnya untuk menari luntur.

Sejak kelas 5 SD hingga SMA, dia berhenti menari.

Setelah beberapa tahun vakum, Benny akhirnya kangen tampil di panggung.

Saat SMA, dia memutuskan untuk ikut karawitan.

Itu karena dia masih malu ikut ekstrakurikuler menari.

Baru saat kuliah Sastra Inggris di Universitas Kanjuruhan pada 2007, dia mulai memberanikan diri menari lagi.

”Kebetulan, ada himpunan seni mahasiswa dan yang ikut tari banyak. Baik perempuan maupun laki-laki,” ujar lelaki kelahiran 12 Maret 1988 tersebut.

Dari sana, Benny semakin serius.

Dia berlatih menari secara otodidak.

Sesekali mengikuti pelatihan seperti pelatihan tari remo.

Selama mengikuti himpunan seni, dia pernah menampilkan tarian bapang hingga grebeg sabrang.

Memasuki semeter tiga, Benny memutuskan berhenti karena ingin fokus kuliah.

Lulus dari Universitas Kanjuruhan, dia diterima mengajar di SD Negeri 1 Turen.

Waktu pertama kali mengajar, siswa-siswi di SD Negeri 1 Turen hanya berisi tiga kelas.

Di sana belum ada kegiatan seperti ekstrakurikuler.

Kemudian, Benny berinisiatif untuk membentuk kelompok ekstrakurikuler tari.

Jumlah siswa pertamanya ada 15 siswa dari kelas satu sampai tiga SD.

Benny melatih siswa-siswinya setiap hari Sabtu.

Mulai latihan tari kreasi, tari kembang suling, tari bapang, tari jejer, dan tari soroti lintang.

Khusus untuk siswa laki-laki, Benny mengajarkan tari jaranan, tari prajurit, hingga tari rampak.

”Beruntungnya, seluruh orang tua yang anaknya ikut ekstrakurikuler tari tidak pernah protes. Mereka malah senang sekali,” cerita dia.

Seluruh tarian yang diajarkan Benny biasanya ditampilkan saat acara sekolah.

Misalnya saja penerimaan rapor.

Pernah juga mereka tampil dalam kompetisi tingkat Kabupaten Malang tahun 2018 di Lawan dan festival seni.

Dari sana, jumlah siswa-siswi di SD Negeri 1 Turen semakin bertambah.

Banyak yang penasaran dengan ekstrakurikuler tari.

Antara tahun 2022 sampai 2023, Benny jadi sering mengantarkan siswa-siswinya manggung.

Mereka pernah diundang dalam acara Nahdlatul Ulama, Festival Pasar Rakyat, hingga tari massal dalam acara Kabupaten Malang yang dihadiri Bupati Sanusi.

”Tidak hanya tari, agar bisa menunjang penampilan anak-anak, saya belajar make-up dan membuat kostum otodidak,” ungkapnya.

Yang terbaru, Benny didapuk mendampingi 53 siswa SMA/SMK negeri se-Kecamatan Turen untuk tampil dalam kirab budaya HUT Kabupaten Malang di Jalibar pada 25 November.

”Kami menampilkan Tari Turyantapada. Itu tari yang saya buat dengan teman. Menceritakan tentang kisah Mpu yang babat alas di Kecamatan Turen,” tandasnya. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tari #benny #hari guru