SELAIN fokus menempuh studi di Deakin University Melbourne, Sabriza juga tekun mendalami hobinya.
Yakni olahraga bela diri Brazilian Jiu Jitsu (BJJ).
Apalagi setelah tak menjadi paskibra, Sabriza akan berlatih bela diri dari negeri Samba tersebut.
Dengan memilih beladiri tersebut, Sabriza menjadi lebih percaya diri.
Terutama saat ini ia tengah hidup di negeri orang.
Bela diri yang berfokus pada pertarungan lantai, bantingan, dan kuncian itu menjadi cara self defense bagi Sabriza.
”Intinya jadi cara saya untuk berlindung diri. Karena mau bagaimana juga, olahraga penting untuk ditekuni,” tutur Sabriza.
Dia selalu berlatih dengan orang asli Australia yang memiliki postur lebih besar.
Bahkan lebih besar dua kali lipat dari Sabriza.
Namun, hal itu tak menjadi masalah baginya. Karena dia mampu mengalahkan mereka saat berlatih.
Baginya, kunci dari kesuksesan adalah niat disertai dengan kerja keras.
”Saya kadang lebih semangat untuk menjalaninya, bahkan ada rasa untuk bisa mengimbangi atau bahkan mengalahkan,” tegas Sabriza.
Yang menarik lagi untuk Sabriza, BJJ merupakan bela diri penuh dengan teknik.
Sehingga untuk mengalahkan lawan jadi lebih mudah tanpa harus mencederai sampai fatal.
Dia sempat mencoba beberapa bela diri sebelumnya.
Mulai dari Muay Thai hingga tinju. Namun Sabriza merasa paling cocok untuk menggeluti BJJ.
”Karena BJJ lebih nyaman untuk dipelajari bahkan dipraktikkan secara langsung,” tutup gadis kelahiran 2005 itu. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana