Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjalanan Dimas Andika Muflihulafi Menjadi Atlet dan Instruktur Selam

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 3 Juni 2025 | 21:21 WIB
KOMPETISI: Dimas Andika mengikuti lomba AIDA Official Friday #7 kategori kedalaman di Laut Bohol, Kota Panglao, Filipina pada 25 April lalu.
KOMPETISI: Dimas Andika mengikuti lomba AIDA Official Friday #7 kategori kedalaman di Laut Bohol, Kota Panglao, Filipina pada 25 April lalu.

Baru Pertama Langsung Pecahkan Rekor Nasional

Dimas Andika Muflihulafi mengawali karier sebagai atlet selam dari komunitas pencinta alam. Kini dia aktif sebagai instruktur. Debutnya dalam lomba selam yang digelar AIDA Official Friday #7 di Filipina April lalu langsung mengantarkannya sebagai pemegang rekor nasional dengan kedalaman 53 meter.

PRESTASI yang baru saja ditorehkan Dimas Andika Muflihulafi pada 25 April lalu masih menyisakan rasa bangga. Debutnya dalam lomba selam bebas kategori kedalaman yang digelar International Association for the Development of Apnea (AIDA) Official Friday #7 di Filipina langsung mencetak rekor nasional.

Dia berhasil menyelam dengan kedalaman 53 meter. Selisih satu meter dari rekor nasional selam pria kategori kedalaman yang sebelumnya hanya tercatat 52 meter saja.

BANGGA: Raut wajah bahagia Dimas Andika setelah berhasil memecahkan rekor nasional selam bebas dengan kedalaman 53 meter.
BANGGA: Raut wajah bahagia Dimas Andika setelah berhasil memecahkan rekor nasional selam bebas dengan kedalaman 53 meter.

Bagi pria kelahiran Malang itu, prestasinya bukan sekadar rekor yang berhasil disabet. Tapi perjuangan panjang untuk bisa mengikuti lomba tersebut. Mengikuti lomba selam tingkat internasional di luar negeri bukan hal yang mudah bagi alumnus Universitas Brawijaya (UB) itu.

Sebab, dia harus menyisihkan gajinya sebagai instruktur selam selama empat bulan. Namun, itu sudah diniatkan sejak lama. Tepatnya setelah dia berkesempatan mewakili Jawa Timur dalam Kejurnas Selam Bebas 2019 lalu.

Dari kesempatan itulah dia terdorong untuk serius di olahraga tersebut. Setelahnya, sejumlah perlombaan static dan dynamic sering dia ikuti. Static adalah perlombaan menahan nafas di dalam air.

Sementara, dynamic merupakan perlombaan berenang lurus di bawah air sejauh mungkin. Kompetisi yang diikuti Dimas kebanyakan tingkat internasional meski diselenggarakan di dalam negeri. Itulah mengapa dia begitu bangga terhadap debutnya di Filipina beberapa waktu lalu.

“Apalagi lomba ini tidak murah dan semua biaya saya tanggung sendiri,” ujarnya.

Setelah kejurnas, pria kelahiran 20 Januari 2001 itu fokus menyelesaikan studi S1-nya sambil mengejar lisensi menyelam tingkat dasar. Tak disangka Dimas punya garis nasib baik. Saat mengikuti tes untuk lisensi dia dilirik salah seorang pemilik sekolah selam di Bali.

Alhasil dia ditawari beasiswa program instruktur selam. Setelah menyelesaikan program sarjana, dia mengambil tawaran itu. Dimas juga langsung menjadi instruktur selam di Pulau Dewata.

Dari pekerjaannya dia semakin optimistis untuk segera bisa mewujudkan mimpinya mengikuti lomba selam bebas tingkat dunia di luar negeri. Pria berusia 24 tahun itu kembali aktif mengikuti perlombaan pada 2021 lalu. Dia memulainya dengan mengikuti AIDA Melaniesia Freedive Competition di Makassar.

Beberapa lomba serupa juga dia ikuti untuk mengukur skill-nya. Hingga akhirnya tak hanya bekal finansial yang terkumpul. Namun, juga bekal kemampuan yang semakin mumpuni. Sampai akhirnya dia berangkat ke Filipina untuk lomba AIDA Official Friday #7.

Kategori kedalaman dipilih bukan semata-mata ambisi memecahkan rekor. Namun juga lantaran keterbatasan alat yang Dimas miliki. Untuk satu set fins yang ideal untuk lomba harganya minimal Rp 10-25 juta.

“Sejak awal saya lebih suka tidak pakai fins dan kalau pakai sirip pun harganya mahal,” katanya.

Untuk mencapai kedalaman 53 meter tentu bukan hal mudah. Kendati, ia sudah melatih teknik, konsumsi oksigen, dan toleransinya selama 10 tahun berkarier di dunia selam bebas. Namun, dia cukup beruntung karena terbiasa berlatih di medan yang lebih berat.

Pulau Bohol, Kota Panglao, Filipina menurutnya punya arus yang tenang. Berbeda dengan laut Bali yang memiliki karakteristik ombak dan arus yang lebih kencang.

Prestasinya itu sekaligus mengukuhkan namanya sebagai atlet selam bebas Indonesia laki-laki pertama yang mencapai kedalaman 53 meter. Memecahkan rekor di perlombaan perdana merupakan sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Selanjutnya, dia menarget untuk mengikuti lomba kedalaman di Freediving World Championship. Itu sekaligus menjadi mimpi barunya yang akan segera ia wujudkan dalam waktu dekat. Dimas berharap bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan koleksi prestasi yang lebih banyak lagi.(*/dre)

Editor : A. Nugroho
#Aida #UB #rekor nasional #atlet selam