RADAR MALANG - Pasar Tradisional Oro-Oro Dowo telah berdiri sejak era kolonial 1932 dan sempat dipugar kembali pada tahun 2015. Letak pasar berada di tengah kota, sehingga memudahkan akses setiap masyarakat yang ingin membeli kebutuhan harian.
Selain memiliki letak strategis, Pasar Oro-Oro Dowo juga telah berkembang menjadi pasar dengan nuansa modern dan bersih untuk dikunjungi. Meskij telah dimodernisasi, Pasar Oro-Oro Dowo tetap mempertahankan sisi tradisionalnya. Berikut referensi Jajanan Pasar Modern Oro-oro Dowo dengan rasa asli tradisional.
1. KleponKu
Kenikmatan jajanan pasar Klepon tidak dapat dilewatkan, dibalut dengan parutan kelapa dan isian gula merah, menghasilkan rasa manis dan gurih. KleponKu menawarkan Jajanan Pasar dengan rasa yang lezat, namun telah mengalami modernisasi dari segi tempat makan, dan proses pembuatan yang higienis.
KleponKu berlokasi di dalam Pasar Oro-oro Dowo depan pintu masuk utama. Satu kotak KleponKu berharga mulai 10 ribu, dan dapat dibayar secara tunai maupun e-money.
Baca Juga: Nikmati Jajanan Pasar di Area Malang yang Menggugah Selera
2. Bakso Goreng (BagoPlek)
BagoPlek menjadi jajanan pasar Oro-oro Dowo yang sangat populer di kalangan pengunjung. Bakso Goreng BagoPlek dijual mulai dari 3 ribu rupiah, dengan minimal pembelian 5 buah bakso goreng.
BagoPlek melakukan inovasi dalam jajanan tradisional, serta tetap mempertahankan rasa asli baksonya, sehingga BagoPlek dapat bersaing dengan jajanan modern.
3. Dorayaki dan Samosa Oro-oro Dowo
Bergeser ke stan samping BagoPlek, pengunjung akan menemukan pilihan menu jajanan manis dengan nuansa jepang. Meskipun terkesan modern, namun jajanan Dorayaki dan Samosa telah mengalami penyatuan rasa dengan lidah masyarakat Indonesia.
Dorayaki dan Samosa Oro-oro Dowo dapat dijadikan pilihan alternatif jajanan yang berada di Pasar Oro-oro Dowo.
Baca Juga: Tiga Jajanan Pasar Populer yang Wajib Kamu Coba Selama Berada di Malang.
Jajanan pasar selalu memiliki tempat dihati masyarakat. Inovasi dan modernisasi juga dilakukan oleh pelaku usaha, sehingga pembeli tetap memilih untuk datang kembali menikmati autentik rasa Jajanan Tradisional Oro-oro Dowo. (Latifah Khoirun Nisa)
Editor : Aditya Novrian