Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nikmati Suasana Kehidupan Suku Tengger di Bromo Malang

Aditya Novrian • Jumat, 6 Desember 2024 | 23:00 WIB
TRADISI SUKU TENGGER: Warga berebut pisang yang dibagikan pada acara Tumpeng Gede di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemarin (21/8).
TRADISI SUKU TENGGER: Warga berebut pisang yang dibagikan pada acara Tumpeng Gede di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemarin (21/8).

RADAR MALANG - Kehidupan Suku Tengger di Bromo Malang menyimpan pesona dan keunikan yang tak tertandingi.

Masyarakat ini, yang merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit, tinggal di sekitar Gunung Bromo dan dikenal dengan tradisi serta budaya yang kaya.

Suku Tengger meyakini bahwa Gunung Bromo adalah gunung suci, yang menjadi pusat kehidupan spiritual mereka.

Setiap tahun, mereka menggelar Upacara Yadnya Kasada, sebuah ritual yang melibatkan persembahan kepada Sang Hyang Widi sebagai ungkapan syukur atas karunia yang diberikan.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Tengger sangat dipengaruhi oleh alam sekitar.

Mereka mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama, dengan sistem terasiring yang khas untuk mengolah lahan berbukit.

Selain bertani, beberapa warga juga berprofesi sebagai pemandu wisata, penyewaan kuda, dan pengelola homestay untuk menyambut wisatawan yang datang menikmati keindahan Bromo.

Masyarakat Tengger hidup dalam komunitas yang erat, di mana nilai-nilai gotong royong dan saling menghormati sangat dijunjung tinggi.

Bahasa yang digunakan oleh Suku Tengger adalah bahasa Jawi Kuno, yang mencerminkan akar budaya mereka.

Dalam kesehariannya, mereka mengenakan pakaian adat berwarna cerah yang mencerminkan identitas budaya mereka.

Sarung, yang merupakan bagian dari pakaian sehari-hari, tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari cuaca dingin tetapi juga dianggap memiliki makna spiritual dalam mengendalikan perilaku dan ucapan.

Bagi para wisatawan, mengunjungi Suku Tengger adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Mereka dapat menyaksikan langsung ritual Yadnya Kasada dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam yang menakjubkan di sekitar Gunung Bromo, seperti sunrise yang memukau dari puncak gunung.

Namun, penting bagi wisatawan untuk menghormati adat istiadat setempat. Menjaga sikap sopan dan tidak mengganggu ritual adat adalah hal yang wajib dilakukan agar interaksi antara pengunjung dan masyarakat lokal berlangsung harmonis.

Dengan segala keunikan dan kekayaan budayanya, Suku Tengger di Bromo Malang bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga simbol pelestarian warisan budaya Indonesia yang patut dijaga.

Melalui pemahaman dan penghormatan terhadap kehidupan mereka, kita turut berkontribusi dalam melestarikan budaya yang berharga ini untuk generasi. (Dwi Jaya Saputra)

Editor : Aditya Novrian
#suku tengger #Taman Nasional Bromo Tengger Semeru #TNBTS #Bromo #semeru #tengger