RADAR MALANG. Candi Kidal menjadi salah satu peninggalan sejarah yang berharga di Kabupaten Malang. Berlokasi di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, candi bercorak Hindu ini merupakan situs yang memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Singasari.
Candi ini diyakini dibangun pada tahun 1248 sebagai penghormatan kepada Raja Anusapati, raja kedua Kerajaan Singasari, yang kemudian diabadikan sebagai Syiwa Mahadewa.
Candi Kidal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kaki candi, tubuh candi, dan atap candi. Bangunan ini mencerminkan ciri khas arsitektur Jawa Timur, dengan kaki candi yang kokoh dan tubuh yang sedikit menyempit ke atas.
Pada puncaknya, terdapat struktur berbentuk kubus yang memberikan kesan unik. Bagian bawah bangunan candi memiliki relief yang dihiasi cerita epik Garudeya yang mengisahkan garuda yang membebaskan ibunya dari perbudakan.
Relief ini menggambarkan garuda membawa tiga ular besar, membawa kendi berisi air suci, serta menopang seorang wanita.
Candi ini menjadi saksi penghormatan terhadap jasa Raja Anusapati, yang dikenal sebagai putra Ranggah Rajasa, pendiri Kerajaan Tumapel atau Singasari.
Anusapati naik takhta pada tahun 1227 setelah Ken Arok wafat, membawa Singasari ke masa kemakmuran. Pada tahun 1248, ia digantikan oleh Wisnuwardhana, putranya.
Cerita kehidupan Anusapati memiliki versi berbeda yang dicatat dalam kitab Negarakertagama dan Pararaton. Dalam Negarakertagama, yang disusun Empu Prapanca pada masa Majapahit, Anusapati dikenang sebagai raja bijaksana.
Sebaliknya, kitab Pararaton memuat sisi kontroversialnya, menyebutkan bahwa ia terlibat dalam pembunuhan Ken Arok pendiri Singasari. Anusapati akhirnya tewas pada tahun 1248 akibat kudeta berdarah oleh Tohjaya, putra Ken Arok dari pernikahannya dengan Ken Umang.
Baca Juga: Candi Srigading Kabupaten Malang Perlu Diekskavasi Lagi
Keunikan lain dari Candi Kidal terletak pada struktur bangunan yang berbentuk bujur sangkar dengan sisi sepanjang 8,36 meter. Akses masuk terletak di sisi barat, lengkap dengan tangga menuju ruang utama.
Candi ini memiliki nilai penting dalam sejarah candi-candi pemujaan Hindu di Jawa Timur, sekaligus menjadi salah satu yang tertua di wilayah ini.
Lokasi Candi Kidal yang beralamat di Jalan Raya, Panggung, Tumpang, Malang, hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Malang.
Perjalanan menuju candi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 24 menit menggunakan kendaraan pribadi. Wisatawan dapat mengunjunginya setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 tanpa dikenakan biaya masuk.
Selain menjadi objek wisata budaya, Candi Kidal menawarkan pengalaman mendalam tentang sejarah dan keagungan arsitektur masa lalu.
Dengan keindahan yang dipadukan dengan nilai-nilai sejarah, candi ini cocok dikunjungi oleh siapa saja yang ingin memperdalam wawasan tentang kerajaan-kerajaan nusantara.
Bagi para pencinta sejarah, Candi Kidal tak hanya sekadar situs purbakala, tetapi juga warisan yang menghidupkan kembali kejayaan masa lampau. Selamat menjelajahi salah satu permata sejarah Malang! (Silvia)
Editor : Aditya Novrian